SERANG, SSC – Rahmat Andrian, Warga Kampung Cilowong Cigengge, RT 16 RW 07, Kelurahan Cibendung, Kecamatan Taktakan, Kota Serang yang menderita kanker tulang merasa kecewa. Janji yang diucapkan Walikota Serang, Syafrudin untuk membantu penuh pengobatan saat berkunjung kekediamannya pada Januari lalu, tidak sesuai harapan.
Hal itu disampaikan orangtua Rahmat, Kholidah menyampaikan keluh kesahnya saat ditemui di rumahnya, Kamis (6/2/2020).
“Awalnya sih berjalan lancar gitu aja, anak saya dianterin sampai Jakarta pakai ambulans Puskesmas Taktakan. Namun, itu berjalan hanya lima kali aja, setelahnya katanya nggak bisa nganter sampai ke Jakarta lagi,” ujar Kholidah.
Sebelumnya, Walikota sempat berucap akan menyediakan ambulans lewat Dinas Kesehatan untuk membantu pengobatan Rahmat hingga tuntas.
Namun yang dialami, kata Kholidah, pihak puskesmas tidak bisa lagi mengantarkan anaknya untuk berobat ke Jakarta karena keterbatasan ambulans.
“Iya kang anak saya ngeluh sakit aja, apa lagi sekarang semakin parah dan suka ngerasain sesak di dadanya dan lain-lain. Sekarang saya pakai transportasi umum lagi. Katanya ambulans puskesmas nggak bisa nganterin kesana lagi. Kata orang Puskesmasnya kalau ada yang sakit atau lahiran, ambulansnya harus dipakai karena cuma ada satu,” ucapnya.
Atas tindakan yang diterima, Kholidah sempat mempertanyakan janji yang disampaikan Walikota kepada pimpinan puskemas dan Kecamatan Taktakan. Namun jawaban yang diterima malah saling lempar.
“Pernah saya tanyain sama kepala Puskesmas Taktakan, katanya suruh ke Pak Camat, pas saya tanya pak Camat tapi dibalikin lagi suruh ke Puskesmas lagi,” katanya.
Ia mengaku juga kecewa karena janji kepada putranya diberikan bantuan kaki palsu hanya janji belaka. Hingga kini bantuan itu tak kunjung didapatkan putranya.
“Anak saya juga nanyain aja itu kaki palsunya. Katanya nanti ada orang Dinsos yang mau ngukur kaki anak saya, tapi sampai sekarang belum ada aja,” tuturnya.
Pada pemberitaan sebelumnya, kondisi Rahmat mengidap kangker tulang sampai ke telinga Walikota Serang, Syarifudin. Orang nomor satu di Kota Serang ini langsung ke kediaman Rahmat bersama sejumlah pejabat untuk memberi perhatian khusus.
“Keadaanya saya lihat masih di kemo, kemudian keadaanya masih belum vit seratus persen, oleh karena itu pada sore hari ini kami menyarankan pada keluarganya untuk periksa seperti biasa di Cipto,” ujar Syafrudin usai menjenguk Rahmat di kediamanya, Senin (06/01/2020).
Dalam perbincangan singkat itu, Syafrudin mengaku, dana yang dikeluarkan untuk biaya transportasi ke RS Cipto sekitar 500 ribu bukanlah biaya yang kecil untuk keluarga Rahmat. Maka dari itu, pemerintah akan meringankannya.
“Kemudian kesulitan dari keluarganya ini ke Cipto, masalah kendaraan biasanya naik kendaraan umum, dari mulai hari ini dan seterusnya Insa Allah kami menyediakan ambulan melalui Dinas Kesehatan, dan kami antar jemput sampai tuntas sampai selesai, kalau umpamanya sebulan 4 kali, ya 4 kali kami antarkan ke Cipto sampai sehat,” sambungnya.
Lebih lanjut Syafrudin mengatakan, selain membantu transportasi selama masa perawatan juga akan memberikan bantuan kaki palsu.
“Kemudian masalah kaki palsu, nanti kami yang akan tanggung jawab membuatkan dan nanti kami akan memesan sesuai dengan ukuran, karena itu harus diukur dulu,” katanya.
Kepala Dinas Kesehatan Serang, M Ikbal yang ikut mendampingi Walikota Serang mengatakan pihaknya akan bertanggung jawab membantu proses kesembuhan kanker yang dialami Rahmat.
“Sesuai dengan apa yang disampaikan pak Wali, saya aka mensuport untuk biaya kebutuhan berikutnya, kita akan kawal Rahmat ini sampe kebutuhan pemeriksaan di Ciptonya tercukupi,” kata Ikbal (MG-01)

