CILEGON, SSC – Walikota Cilegon, Edi Ariadi menyebut masih banyak ditemukan antara perencanaan dan penganggaran di masing-masing OPD (Organisasi Perangkat Daerah) tidak terdapat saling ketersesuaian. Ia menyatakan, seperti perencanaan program pemerintah berdasarkan keinginan kepala dinas bukan atas keinginan atau kebutuhan warga.
“Yah banyak juga program pemerintah di 2019 lalu banyak yang enggak nyambung. Bahkan program yang mereka ajukan ini hanya atas keinginan kepala dinas bukan apa yang dibutuhkan warganya. Semestinya, program prioritas dulu yang dikedepankan. Jangan atas keinginan kadisnya,” kata Edi ditemui Selatsunda.com di acara Forum Perangkat Daerah 2020 Dinas Kesehatan (Dinkes) Cilegon di salah satu hotel di Kabupaten Serang, Senin (9/3/2020).
Oleh karena itu, ia mendesak agar seluruh kepala dinas jangan hanya mengendepankan keinginan sendiri tanpa memikirkan manfaatnya terhadap masyarakat. Ia meminta agar seluruh OPD dapat benar-benar menyusun perencanaan tepat sasaran.
“Kalau enggak nyambung panggilah bidang statistik BPS (Badan Pusat Statistik). Bukan hanya diam aja. Karena yang mereka gunakan itu kan uang APBD (Anggaran Pendapatan Belanja Daerah) Kota Cilegon,” ujar mantan Kepala Bappeda Cilegon.
Utamanya kepada Bappeda (Badan Perencanaan Pembangunan Daerah) dapat merevisi danebih teliti terhadap program yang direkomendasikan oleh OPD.
“Kadang di RPJMD (Rancangan Pembangunan Jangka Menenggah Daerah) diakomodir semua sama Bappeda. Sementara manfaatnya justru gak ada. Nanti saya rapatkan dulu sama Bu Beatrie (Kepala Bapeda) mana yang sebenarnya jadi program pemerintah dan bukan program prioritas,” pungkasnya. (Ully/Red)

