20.1 C
New York
Jumat, April 17, 2026
BerandaPemerintahanPasar Rau Serang Segera Terapkan Pembayaran Non Tunai

Pasar Rau Serang Segera Terapkan Pembayaran Non Tunai

-

SERANG, SSC – Pemerintah Kota (Pemkot) Kota Serang bersama dengan Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Banten menjalin kerjasama penerapan pembayaran non tunai.

Pembayaran non tunai direncanakan akan teralisasi pada Sabtu (1/8/2020) dengan menggunakan MPOS-QRIS Bank BJB. Nantinya akan diperuntukan ke seluruh pelaku UKM (Usaha Kecil Menenggah) dan pedagang klontong di Pasar Induk Rau (PIR).

Kerjasama ini dilaksanakan dalam agenda Launching Pembayaran Retribusi Pasar Non Tunai yang dihadiri Wakil Walikota Serang Subadri Ushuludin di Pasar Induk Rau (PIR) Kota Serang, Jumat (30/7/2020). Turut hadir Kepala Dinas Perdagangan Industri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperdaginkop), Yoyo Wicahyono dan Kepala Devisi Sistem Pembayaran Pengelolaan Uang Rupiah dan Satuan Layanan Administrasi BI Banten Erry P Suryanto.

Wakil Walikota Kota Serang, Subadri mengapresiasi kerja sama antara Pemkot Serang dan BI Banten yang telah menerapkan aplikasi non tunai di Pasar Rau.

“Kalau pake aplikasi, sudah tidak curiga antar kepala dan staf di dinas tersebut. Masa hanya dapat sekian,” kata ujar Subadri usai acara Launching Pembayaran Retribusi Pasar Non Tunai,” ujarnya.

Ia menambahkan, dengan adanya aplikasi MPOS di Pasar Rau diharapkan mampu meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Kota Serang.

“Kami mengapresiasi pembayaran uang tunai di Pasar Rau. Harapanya, dengan aplikasi ini mampu meningkatkan PAD di Kota Serang,” tambahnya.

Lebih lanjut, Subadri mendukung penggunaan aplikasi QRIS ini. Diharapkan dapat memudahkan masyarakat untuk berstransaksi.

“Dengan program QRIS, saya berharap dapat memudahkan masyarakat saat bertransaksi lebih cepat serta retribusi pun juga tidak bocor,” lanjut Wakil Walikota.

Sementara, Kepala Dinas Perdagangan Industri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperdaginkop), Yoyo Wicahyono mengatakan aplikasi MPOS-QRIS mempermudah pendataan pedagang.

“Tinggal klik-klik masuk ke dashboard kita (Disperdagikop). Kita bisa toko mana aja yang sudah dan belum memberlakukan pembayaran non tunai,” ujarnya.

Penggunaan aplikasi QRIS ini, sambung Yoyo, dari 2.500 kios yang ada di Pasar Rau, baru 300 toko yang sudah bertransaksi menggunakan QRIS, rencanaya tidak hanya Pasar Rau tapi pasar lain seperti Pasar Kalodran, Pasar Banten juga akan menjalankan pembayaran non tunai. (SSC-03/Red)

Redaksi Selatsunda
Redaksi Selatsundahttps://selatsunda.com
Sajian informasi dikemas dengan tulisan berita yang independen