CILEGON, SSC – Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) versi Rizki Khairul Ichwan dan versi Najmudin kembali memanas. Memanasnya dua organisasi ini, karena, KNPI yang dipimpin oleh Rizki Khairul Ichwan menolak digelarnya Musyawarah Cabang( Muscam) ke 7 yang digelar di aula Kecamatan Pulomerak, Rabu(3/1/2021) pagi.
Informasi yang diterima oleh Selatsunda.com, kedatangan KNPI versi Rizki ini pada pukul 10.00 WIB dengan membawa pasukan dan langsung membuat kegaduhan hingga nyaris terjadi baku hantam antara KNPI versi Rizki dan versi Mumu ini.
Ketua KNPI Kota Cilegon Mumu mengatakan, akibat kegaduhan ini, pihaknya cukup menyayangkan memalukan sebagai generasi muda di Cilegon. Semestinya, kejadian ini tidak boleh terjadi karena berbeda visi dan misi.
“Sangat menyayangkan dan sangat memalukan atas kejadian ini. Semestinya jangan begini caranya. Kita sudah mempersiapkan semuanya. Izin dari pihak Gugus Tugas Covid-19 Kota Cilegon dan kepolisan pun sudah ada. Karena semakin gaduh, saya pun akhirnya mengambil sikap untuk meredam keduanya agar tidak terjadi bentrok.” kata Mumu kepada awak media,” Rabu( 3/1/2021).
Ia menambahkan, jika pun ingin menyampaikan aspirasinya, KNPI versi Rizki, bisa datang baik-baik ke KNPI versi Mumu.
“Yah kalau baik-baik kita terima. Kita kan satu generasi muda, semestinya jangan begini caranya. Sebelum adanya aksi ini pun, kami sudah mengantisipasi agar tidak terjadi. Akhirnya pun kami mengundang KNPI versi Rizki, namun yang hadir hanya Ketua Rahmat dalam pertemuan itu terjadi wins – wins solution dan DPK KNPI yang dipimpin Rahmat (versi Rizky) mempersilakan digelarnya muscam yang di ketua carateker Badrudin yang dihadiri oleh pihak aparat kepolisian polsek Pulomerak,” imbuhnya.
Sementara itu, Sekretaris KNPI Kota Cilegon Deni Sumantri mengaku hingga saat ini dirinya belum mengetahui adanya aksi protes yang dilakukan pengurus KNPI sehingga membuat gaduh penyelenggaran Muscam di wilayah Pulomerak.
“Maaf saya belum tahu adanya kejadian ini. Saat ini saya masih fokus membantu warga yang mengalami kebanjiran,” pungkasnya. (Ully/Red).

