CILEGON, SSC – Kinerja ASN di Kota Cilegon dinilai oleh Komisi I DPRD Cilegon masih jauh dari harapan. Hal ini disampaikan Ketua Komisi I DPRD Cilegon, Hasbudin dengan melihat masih banyaknya ASN mulai dari level Kepala OPD hingga level terbawah bekerja melayani masyarakat tidak sesuai tupoksinya.
“Itu masih jauh dari harapan. Saya banyak menemukan kepala OPD tidak paham dengan tupoksinya,” ungkapnya ditemui di DPRD Cilegon, Rabu (24/2/2021).
Selama duduk di dewan 12 tahun, kata Politisi PAN ini menemukan kepala OPD hingga kepala bidang dan kepala seksi banyak yang tidak mengerti dengan persoalan yang terjadi di masyarakat. Ada juga beban kerja yang semestinya ditumpukan kepada mereka mirisnya diselesaikan seorang honorer.
“Saya melihat, ini mohon maaf, kalau kepala dinas, kepala bidang atau bagian, mereka nggak ngerti persoalan. Kemudian kedua, beban kerja mereka banyak diberikan kepada tenaga honorer. Itu jangan sampai nanti ada yang mengatakan, yang honorer yang pintar-pintar yang mengerti persoalan memecahkan masalah,” ujarnya.
Selain tidak sesuai tupoksi, lanjut dia, banyak ASN di internal OPD bekerja kerap saling sikut. Itu dapat dilihat hubungan kerja yang tidak sehat antara atasan dan bawahan.
“Kadang-kadang saya lihat sendiri, di internal OPD ini terjadi pembusukan oleh bawahan kepada atasannya. Itu sangat tidak sehat,” tuturnya.
Maka dari itu, pihaknya meminta kepada Walikota dan Wakil Walikota Terpilih, Helldy Agustian-Sanuji Pentamarta saat nanti diberi kewenangan mutasi dan rotasi dapat benar-benar menunjuk ASN yang berkualitas dan menempatkannya sesuai bidangnya.
“Beliau (walikota dan wakil walikota) sesuai aturan kan dibolehkan untuk membenahi struktur dibawahnya setelah 6 bulan dilantik.
Bagaimana dengan meningkatkan kinerja. Artinya bisa menunjuk ASN secara selektif sesuai background-nya,” terangnya.
Penunjukan jangan sampai ada kesan suka atau tidak suka (like and dislike). Tetapi, kata Hasbudin bisa menunjuk ASN profesional yang bekerja dengan komitmen kepala daerah.
“Saya ingin walikota dan wakil walikota ke depan bisa menempatkan orang-orang itu yang bekerja bersinergi, punya komitmen. Kalau menunjuk bawahan dan atasan tidak akur, itu akan menjadi masalah. Itu seolah-olah pembusukan” pungkasnya. (Ronald/Red)

