20.1 C
New York
Minggu, April 19, 2026
BerandaPemerintahanSoal JLU dan Pelabuhan Warnasari, Pemkot Cilegon Diminta Jangan Terbelenggu Anggaran Minim

Soal JLU dan Pelabuhan Warnasari, Pemkot Cilegon Diminta Jangan Terbelenggu Anggaran Minim

-

CILEGON, SSC – Sahut-menyahut antara eksekutif dan legislatif terkait lanjut tidaknya rencana Pembangunan Pelabuhan Warnasari dan Jalan Lingkar Utara (JLU) terus bergulir.

Sebelumnya, Walikota Cilegon, Helldy Agustian mengatakan, dua mega proyek tersebut yang digarap dimasa kepemimpinan pemerintahan yang lama bakal tidak dilanjutkan. Pemkot saat ini tidak akan memprioritaskan proyek yang menyedot anggaran besar tetapi lebih menitikberatkan pada program pelayanan ke masyarakat dan ASN.

Menanggapi ini, Ketua DPRD Cilegon, Isro Miraj meminta Pemkot jangan terbelenggu dengan anggaran yang minim. Justru, Pemkot dengan kondisi postur anggaran saat ini diminta untuk bisa inovatif agar Pelabuhan Warnasari dan JLU bisa dilanjutkan. Caranya jika APBD minim, Pemkot bisa mengajukan bantuan dari Pemerintah Pusat atau Pemerintah Provinsi Banten.

“Disitulah fungsi inovasi kepala daerah. Kalau hanya mengandalkan dengan anggaran yang ada, gampang semua. Justru pusingnya kepala daerah dengan anggaran yang terbatas, tapi harus bisa berinovasi. Kita kan bisa mencari bantuan dari pusat atau provinsi,” ujarnya, Selasa (6/4/2021).

Upaya inovasi lainnya jika nanti JLU telah terbangun, kata Isro, Pemkot bisa memulainya dengan menjajaki skema Kerja Sama Pemerintah Dengan Badan Usaha (KPBU) dengan mendirikan kawasan industri padat karya. Kata dia, pola/skema kerja sama yang diprogramkan Pemerintah Pusat ini sudah banyak yang berhasil.

“Kalau (skema KPBU) itu bagus, kenapa tidak dilakukan. JLS kan sudah jelas, konstribusi untuk perekonomian luar biasa. Sekarang ini JLU, kita perlu juga untuk pengembangan perekonomian,” bebernya.

Kedepan jika JLU sudah terbangun dan terjalin KPBU dengan membuka kawasan industri padat karya maka lapangan kerja akan terbuka. Dampaknya pun tenaga kerja akan terserap seperti program yang dicanangkan Helldy-Sanuji.

“Dengan industri padat karya di JLU, Itu multi player effect-nya luar biasa terhadap perekonomian kedepan,” tuturnya.

Mengenai kelanjutan Pembangunan Pelabuhan Warnasari, kata Isro, memang saat ini Pemkot Cilegon selalu pemegang saham sedang mengkaji kerjasama yang dijalin PT Pelabuhan Cilegon Mandiri (PCM) dengan PT Tirtasari Prima Terminal (TPT). Ia meminta agar Pemkot dapat mengkaji dengan komprehensif dari segala aspek terutama aspek yang saling menguntungkan kedua pihak.

“Kalau yang saat ini lebih untung, silakan. Tapi kalau nanti yang diganti lebih parah, buat apa. Prinsipnya, kita ingin itu dilanjutkan karena semuanya untuk kepentingan daerah,” pungkasnya. (Ronald/Red)

Redaksi Selatsunda
Redaksi Selatsundahttps://selatsunda.com
Sajian informasi dikemas dengan tulisan berita yang independen