20.1 C
New York
Kamis, Juni 25, 2026
BerandaPemerintahanSekolah Tatap Muka Akan Dibuka Juli 2021, Dua Ribuan Guru Cilegon Belum...

Sekolah Tatap Muka Akan Dibuka Juli 2021, Dua Ribuan Guru Cilegon Belum di Vaksin Covid-19

-

CILEGON, SSC – Di tengah keinginan Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon untuk menggelar Sekolah Tatap Muka (PTM) pada masa pandemi Covid-19 di bulan Juli nanti, rupanya masih banyak guru yang sampai saat ini belum disuntik vaksin Covid-19.

Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Cilegon mencatat dari 3.000 guru se-Kota Cilegon yang diajukan ke Dinas Kesehatan (Dinkes), baru sebanyak 300 guru yang sudah di vaksin. Sementara sisanya masih menunggu kejelasan untuk di vaksin.

“Dari hasil pendataan yang kami (Dindik) Cilegon lalukukan, dari 3.000 guru di Cilegon baru 300 guru saja yang sudah di vaksin. 3.000 guru ini terdiri dari 1.600 guru ASN (Aparatur Sipil Negara) dan 1.400 guru Non ASN. Prinsipnya, kami (Dindik) menunggu kepastian dari Dinkes Cilegon untuk sisa guru di Cilegon yang belum di vaksin,” kata Ismatullah kepada Selatsunda.com,” Jumat (23/4/3021).

Upaya vaksinasi yang dilakukan menyeluruh kepada para guru, kata dia, sejalan dengan langkah Dindik mematangkan penyelenggaraan belajar tatap muka pada Juli 2021 mendatang. Hal itu dilakukan agar kegiatan belajar mengajar (KBM) dapat berjalan lebih maksimal.

“Kami terus mematangkan juklak dan juknis agar penyelenggaraan belajar tatap muka dapat berjalan dengan baik. Kalau juklak dan juknis sudah bagus, izin dari pemerintah sudah diizinkan proses tatap muka dan seluruh guru di Cilegon sudah di vaksin otomatis penyelenggaran belajar tatap muka bisa optimal setelah lebaran 2021 ini,” jelas Ismatullah.

Guna mengantisipasi tatap muka nanti digelar, pihaknya terus menghimbau agar pihak sekolah untuk mengedepankan dan meningkatkan protokol kesehatan (prokes).
Sarana prokes diminta pihaknya untuk disediakan masing-masing sekolah.

“Kita sarankan agar fasilitas sarana dan prasarana di setiap sekolah harus ada. Seperti sarana cuci tangan, posisi tempat duduk dan jumlah siswa yang dibatasi dari jumlah biasanya. Kami juga dalam hal ini pun, meminta semua OPD untuk ikut terlibat penuh dalam pembelajaran tatap muka ini. Mulai Dishub menyiapkan sarana transportasinya, Dinas Kesehatan menyiapkan tenaga medisnya dan dari Satgas Covid-19 yang memantau semuanya,” ujarnya.

Sementara itu, Walikota Cilegon Helldy Agustian tak bisa berbuat banyak atas kondisi masih banyaknya tenaga pendidik di Cilegon yang belum di vaksin Covid-19.

“Iyah benar baru 300 guru dari total 3.000 guru di Cilegon. Sisa guru yang belum di vaksin sudah kita ajukan. Tapi lengkapnya tanya ke Kadis Kesehatan (Dana Sujaksana) karena kemarin kita sudah bicarakan. Mudah-mudahan provinsi bisa kasih penambahan vaksin lagi,” pungkasnya. (Ully/Red)

Redaksi Selatsunda
Redaksi Selatsundahttps://selatsunda.com
Sajian informasi dikemas dengan tulisan berita yang independen