20.1 C
New York
Senin, Agustus 10, 2026
BerandaEkonomiMiris ! 7 KK di Cilegon Tinggal di Gubuk Beralas Triplek dan...

Miris ! 7 KK di Cilegon Tinggal di Gubuk Beralas Triplek dan Tak Punya MCK

-

CILEGON, SSC – Setiap orang sudah pasti ingin punya tempat tinggal yang layak dan nyaman. Namun, tidak untuk 7 KK (Kepala Keluarga) terletak di Lingkungan Ciwedus Baru, Kelurahan Ciwedus, Kecamatan Cilegon, Kota Cilegon punya rumah yang layak buat dia dan keluarganya itu hanya ada dalam khayalan.

Karena keterbatasan ekonomi, 7 KK ini harus tinggal di gubuk cukup reot dengan luas , dinding masih beralas triplek dan asbes Bahkan, ketujuh KK ini masih dolbon. Tak hanya itu saja, ketujuh keluarga ini juga harus membayar uang sewa lahan kepada keluarga besar Almarhum Semaun senilai Rp 120 ribu per bulan.

Lurah Ciwedus, Kecamatan Cilegon, Suherman membenarkan ketujuh warganya ini tinggal sebuah gubuk reot beralasan triplek. 7 KK ini merupakan warga Cilegon yang sudah 10 tahun tinggal di gubuk reot.

“Iya memang benar itu warga kami tinggal di gubuk tersebut. Kondisinya memang cukup memprihatinkan. Untuk BAB aja mereka harus cari kebon, untuk pencahayaan mereka harus nyambung ke rumah warga. Ini potret Cilegon yang harus musti kita (Pemkot) pikirkan dan harus dibantu,” kata Suherman kepada awak media ditemui di kantornya,” Senin (27/9/2021).

Suherman menambahkan, keseharian warga yang tinggal di gubuk reot bekerja sebagai buruh serabutan dan kuli bangunan bahkan beberapa anak dari kelurga tersebut bekerja sebagai penjaga keamanan di perumahan.

“Cukup miris dengan kondisi seperti itu. Kita (Pemerintah) mau bantu dengan program rutilahu dari pemerintah, tapi lahan yang mereka tinggali ini milik orang lain. Kami pun hanya bisa memberikan Bantuan Langsung Tunai (BLT) untuk mereka,” tambah Suherman.

Masih kata Suherman, belum lama ini, Kelurahan Ciwedus dengan dibantu oleh Mantan Kapolsek Cilegon Jajang Mulyaman berhasil membuat jambanisasi untuk 7 Kk tersebut.

“Jadi kami (kelurahan dan Pak Jajang) minta izin ke pemilik lahan untuk dibangun jambanisasi. Syukur pemilikahan mengijinkan lahan miliknya dibangun jambanisasi, jetpam, dan keramik di rumah tersebut,” ujarnya.

Terpisah, Wakil Walikota Cilegon, Sanuji Pentamarta mengaku cukup prihatin dengan kondisi yang dialami 7 KK yang tinggal digubuk reot tersebut.

“Saya kira pemerintah harus mencari solusi atas kondisi yang dialami 7 Kk ini. Harus kita carikan solusi dari permasalahan ini. Apakah mungkin kita cari solusi mencarikan mereka tanah? Atau pemerintah membangun rumah susun dengan harga sewa yang murah? Tapi cara yang bagus sepertinya pemerintah harus bangun rumah susun untuk warga miskin yang tidak memiliki rumah,”pungkasnya. (Ully/Red).

Redaksi Selatsunda
Redaksi Selatsundahttps://selatsunda.com
Sajian informasi dikemas dengan tulisan berita yang independen