20.1 C
New York
Rabu, Juli 1, 2026
BerandaKesehatan6 Sekolah di Cilegon Terkonfirmasi Corona, PTM Kembali Diberhentikan Sementara

6 Sekolah di Cilegon Terkonfirmasi Corona, PTM Kembali Diberhentikan Sementara

-

CILEGON, SSC – Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Cilegon, Heni Anita Susila menyatakan sebanyak 6 sekolah di Kota Cilegon kembali diberhentikan sementara.

Untuk memutus penyebaran virus corona, Dindik Cilegon kembali memberlakukan proses belajar mengajar (PBM) secara daring. Ini merupakan salah satu upaya kita mengantisipasi penularan Covid-19 setelah beberapa siswa dinyatakan positif corona.

“Sudah seminggu lalu kami putuskan proses belajar mengajar kembali dengan sistem daring,” kata Heni kepada Selatsunda.com ditemui di ruang kerjanya,” Senin (31/1/2022).

Ia menambahkan, keenam sekolah yang diberhentikan sementara ini sudah menjalani tracing yang dilakukan di tiap-tiap sekolah dengan bekerjasama dengan puskesmas setempat.

“Kita udah minta pihak puskesmas setempat melakukan tracing di beberapa siswa yang kontak erat dengan pasien/siswa. Contoh kalau sekolah berada di wilayah Cibeber, tracing dilakukan oleh Puskesmas Cibeber, kalau sekolahnya di wilayah Cilegon tracing dilakukan di Puskesmas Cilegon,” tambahnya.

Mantan Kadis DP3AKB ini pun mengaku, meskipun sudah ada beberapa sekolah yang terkonfirmasi Covid-19, pihaknya tidak melakukan lockdown ke seluruh sekolah di Kota Cilegon.

“Hanya sekolah-sekolah yang terkonfirmasi covid-19 yang kami lockdown sementara sambil menunggun keputusan dari Kemendikbud RI apakah melockdown semua sekolah,” ujarnya.

Masih kata Heni, dari RapRap 46.000 anak usia dibawah 12 tahun, yang baru tervaksin sekitar 25 persen atau sekitar 15.000 anak.

“Kita (Dindik dan Dinkes) sama-sama mencari solusi agar anak-anak yang belum di vaksinasi segera di vaksin. Karena tidak ada yang memaksa untuk di vaksin. Vaksin itu atas kesadaran sendiri,” tambahnya.

Di tempat terpisah, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Cilegon, Ratih Purnamasari menuturkan, 6 sekolah yang terkonfirmasi Covid-19 meliputi SDIT Raudhutul Jannnah, SMA 2 Krakatau Steel, SD Sekolah Dasar Islam Al Azhar, Sekolah Dasar Islam Terpadu Al-Hanif, Sekolah Dasar Negeri Ketileng III, Sekolah Dasar Negeri Cilegon V. Hasil ini berdasarkan tracing yang dilakukan, selain siswa,terdapat juga guru yang terkonfirmasi covid-19 (Virus Corona).

“Memang ada 1 guru yang terkonfirmasi covid-19 di Cilegon. Untuk sekolahnya, kami belum bisa sampaikan sekolah di mana,” jelasnya.

Ratih menyatakan, rata-rata penyebaran covid-19 yang dialami oleh para siswa ini bersumber dari orang tua (laki-laki) yang kerja di luar kota.

“Kami kan sudah jelas tugasnya melakukan vaksinasi covid-19 untuk usia 6-11 tahun, vaksinasi lansia dan vaksinasi untuk kalangan umum. Untuk vaksinasi pelajar usia dibawah 12 tahun saja sudah ada 6277 anak atau 13,73 persen anak yang sudah di vaksinasi,” ujarnya.

Untuk Itu, Ratih berharap, kepada seluruh masyarakat untuk tetap menjaga dan meningkatkan protokol kesehatan (prokes) covid-19. Serta meminta satgas di tingkat RT/RW tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap lonjakan covid-19.

“Kami rasa kunci mencegah penularan adalah lebih meningkatkan protokol kesehatan (prokes) kembali. Selalu jaga jarak dan memakai masker,” harapnya.  (Ully/Red).

Redaksi Selatsunda
Redaksi Selatsundahttps://selatsunda.com
Sajian informasi dikemas dengan tulisan berita yang independen
- Advertisment -DEWAN 2