CILEGON, SSC – Dinas Kesehan (Dinkes) Kota Cilegon mencatat jika lonjakan kasus Covid-19 terus meningkat setiap harinya.
Berdasarkan peta sebaran konfirmasi Covid-19 di Kota Cilegon pada Minggu (30/1/2022) lalu 130 pasien yang terkonfirmasi covid-19, sedangkan di Senin (31/1/2022) kemarin yang terkonfirmasi covid-19 telah mencapai 155 pasien.
Epidemiolog pada Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cilegon, Yanti Umi Aqila
menduga lonjakan penularan virus corona dalam waktu yang relatif singkat ini diduga karena Omicron.
“Jika dilihat dari peningkatan kasus covid-19 yang semakin meningkat, kemungkinan Virus Omicron masuk ke Kota Cilegon ada. Melihat di Kota Jakarta dan Tangerang Raya sudah masuk Omicron. Kota Cilegon sangat memungkinan masuk Omicron mengigat kasus covid-19 selalu meningkat,” kata Yanti kepada Selatsunda.com,” Senin (31/1/2022) kemarin.
Yanti menjelaskan, ada beberapa ketentuan seseorang dinyatakan positif Omicron. Seperti, hasil CT CT value
berada diangka 28-30 sedangkan di Cilegon CT value berada diangka 34,36 dan 37.
“Hanya secara Etiomologi memang kemungkinan omicron ada. Tapi kalau bicara tanpa data dan fakta cukup berat,” jelasnya.
Ia memperkirakan Omicron sudah menyebar luas karena varian baru Covid-19 ini sangat cepat penularannya.
“Tapi gak ada yang perlu dikhawatirkan karena gejalanya ringan seperti flu biasa,” ujarnya.
Senada dengan Yanti, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cilegon, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Cilegon, Ratih Purnamasari memaparkan, rata-rata pasien yang terkonfirmasi corona berada diusia produktif dan berjenis kelamin laki-laki.
“Jika ada 1 kasus yang terkonfirmasi covid-19, otomatis kita lakukan tracing untuk 15 orang. Per Senin (31/1/2/2022) kita melaporkan ke Lamkesda akan mengirimkan 250 sampel. Sementara Lamkesda hanya menerima hasil sampel sebanyak 75 sampel per hari. Bayangkan setiap hari kita (Dinkes Cilegon) melakukan swab 250 sampel. Karena dibatasi oleh Lamkesda, per hari sampel yang kami kirim sebanyak 30. Bagi warga di luar Cilegon kita keluarkan agar tidak masuk dalam sampel di Cilegon,” pungkasnya.
Ratih mengimbau, kepada masyarakat maupun pegawai pemerintahan di Kota Cilegon untuk lebih memperketat disiplin protokol kesehatan, seperti selalu memakai masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas ke luar daerah guna mencegah terjadinya penularan Covid-19.
“Kami juga menyarankan kepada seluruh perkantoran pemerintahan di Kota Cilegon agar menggunakan aplikasi PeduliLindungi,” kata dia. (Ully/Red).

