20.1 C
New York
Senin, Juni 22, 2026
BerandaPeristiwaDishub Cilegon Minta Ditjen Perkeretaapian Bantu Terbitkan Rekom 4 Perlintasan KA

Dishub Cilegon Minta Ditjen Perkeretaapian Bantu Terbitkan Rekom 4 Perlintasan KA

-

CILEGON, SSC – Direktorat Jendral Perkeretaapian Kementerian Perhubungan menyambangi Kota Cilegon untuk mengecek palang pintu di 4 titik perlintasan kereta api yang sudah dipasang oleh Pemerintah Kota Cilegon, Kamis (11/2/2022).

Hadir dalam kesempatan tersebut, Direktur Keselamatan DJKA Kemenhub, Edi Nursalam didampingi Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cilegon, Andi Affandi. Dalam kesempatan tersebut, Kepala DIshub Cilegon, Andi Affandi turut menyampaikan permohonan agar Kota Cilegon dapat kembali diberi rekomendasi. Ia menyatakan, saat ini Kota Cilegon masih membutuhkan 24 palang perlintasan sebidang yang dianggap rawan terhadap terjadinya kecelakaan.

“Jadi di Cilegon ini masih membutuhkan 24 palang kereta api. Dari 24 ini yang sudah ada baru 4 titik. Rencana di anggaran murni 2022 kita ajukan kembali 4 titik lagi. Jadi total semua ada 8 titik lokasi yang memang kita anggap intens terjadinya kecelakaan. Rencanya, 4 titik ini kami akan kembali bangun. Kebetulan datang Pak Dirjen, makanya kami harap Pak Dirjen segera mungkin menerbitkan 4 titik rekomendasi yang kami ajukan tersebut,” kata Andi kepada Selatsunda.com.

Kata Andi, 4 titik yang akan direkomendasikan ke pusat ini, yaitu, Perlintasan sebidang di wilayah menuju Ramanuju, Perlintasan sebidang di Warnasari, Perlintasan sebidang di Cikuasa Bawah dan Palintasan sebidang di Madaksa, Mekarsari.

Diketahui sebelumnya, 4 titik perlintasan yang telah dipasang palang pintu tahun sebelumnya yakni di wilayah Kedaleman, Seneja, Uyud Arman dan di Kelurahan Rawa Arum tepatnya Jalan Raya Merak .

“Kita merekomendasikan 4 titik ini bukan tanpa asalan. Sebab, keempat titik ini tingkat kecelakaan di perlintasan sebidang cukup tinggi, intensitas kendaraan juga cukup tinggi berada di daerah permukiman dan kami ingin Kota Cilegon Menyelematkan masyarakat dan kejadian kecelakaan akibat tidak ada perlintasan kereta api,” jelas Andi.

Mantan Kepala Kesbangpol ini mengaku, dari 24 titik perlintasan palang kereta api ini, hanya 16 titik  menggunakan RWS sedangkan 8 titik menggunakan palang pintu.

“Untuk 1 palang pintu anggaran hampir Rp 500 juta. Untuk 4 palang pintu kemarin, anggaran yang dikeluarkan bisa mencapai Rp 2,1 miliar,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Keselamatan DJKA pada Kementerian Perhubungan Edi Nursalam mengapresiasi langkah yang dilakukan oleh Pemkot Cilegon yang dengan cepat membangun palang perlintasan kereta api yang memang banyak menelan korban jiwa.

 

“Bagus sekali. Ini respon cukup cepat oleh pemerintah kota. Dan kami siap menggeluarkan rekom apabila Pemkot Cilegon telah menyerahkan rekom tersebut kepada kami. Cilegon merupakan salah satu kota di Indonesia yang sudah memasang perlintasan di titik-titik kerawanan terjadinya kecelakaan,” pungkasnya. (Ully/Red)

Redaksi Selatsunda
Redaksi Selatsundahttps://selatsunda.com
Sajian informasi dikemas dengan tulisan berita yang independen