CILEGON, SSC – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cilegon akhirnya buka suara soal tidak terawatnya Shelter Bus Trans Cilegon Mandiri yang ada di Jalan Lingkar Selatan (JLS). Shelter tidak terawat lantaran anggaran perbaikan yang diajukan tidak disetujui TAPD (Tim Anggaran Pemerintah Daerah) Kota Cilegon.
Demikian disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Sarana dan Prasarana pada Dishub Kota Cilegon, Pakalima menjelaskan, jika sejak 2021 dan 2022 pihaknya telah mengajukan anggaran perbaikan dan perawatan shalter ke TAPD Kota Cilegon. Namun, pengajuan anggaran perbaikan tersebut justru tidak disetujui alias dicoret oleh TAPD.
“Anggarannya di delete. Jadi di 2021 sampai 2022 tidak ada anggaran perawatan. Mau gimana lagi jika anggarannya dicoret untuk perawatan shelter,” Kata Pakalima kepada Selatsunda.com, Selasa (24/5/2022).
Akibat tidak disetujuinya anggaran, lanjut Pakalima, shelter tidak dapat diperbaiki.
“Kita menerima saja jika itu keputusan dari TAPD. Mau bagaimana lagi,” lanjutnya.
Pakalima menjelaskan, pada anggaran 2021, pihaknya menganggarkan biaya perawatan shelter bus sebesar Rp 300 juta.
“2021 kita anggarkan Rp 300 juta tapi di coret jadi 0,” jelasnya.
Diberitakan sebelumnya, Shelter Bus Trans Cilegon Mandiri yang ada di Jalan Lingkar Selatan (JLS), Kota Cilegon, kondisinya kian memprihatinkan. Shelter yang dibangun oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cilegon dengan anggaran Rp 1,6 miliar kondisinya saat ini tak terurus dan terbengkalai.
Salah satu shelter yang ada di area Kecamatan Cibeber tampak kumuh. Pintu yang terbuat dari kaca tampak pecah dan tak terurus. Terlihat banyak pecahan kaca berceceran di lantai. Begitupun plafon juga sudah terlihat kusam. Tampak kondisi lampu nyaris lepas dan hampir jatuh. Aroma bau pesing di lokasi juga menyengat. (Ully/Red)

