20.1 C
New York
Sabtu, Mei 9, 2026
BerandaKesehatan2021, Angka Kematian Ibu dan Bayi di Cilegon Capai 33 Orang

2021, Angka Kematian Ibu dan Bayi di Cilegon Capai 33 Orang

-

CILEGON, Selatsunda.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cilegon mencatat angka kematian ibu dan bayi di Kota Cilegon di 2021 mencapai 33 orang.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Cilegon, Evelyn Yolanda Panggabean mengatakan, secara rinci untuk angka kematian ibu (AKI) di Cilegon mencapai 21 orang.  Sedangkan angka kematian bayi (AKB)  mencapai 12 orang.  Ia mengklaim, angka tersebut masih di bawah angka nasional.

“Jadi perlu diketahui oleh teman-teman, total kematian ibu sebanyak 21 orang ini, di mana 13 ibu meninggal dunia pada pandemi Covid-19. Jadi kalau diluar covid-19 justru baru ada 8 orang. Sedangkan, di 2022 angka kematian ibu dan anak sendiri saat ini baru 2 orang ditemukan. Semoga tidak bertambah lagi,” kata Yolanda kepada Selatsunda.com ditemui usai  Lokakarya Sistem Rujukan dan Inisiasi Pengembangan Kesepakatan Kerjasama Sistem Rujukan Antar Fasilitas Ibu dan Bayi Baru Lahir yang digelar di salah satu hotel di Kota Cilegon, Rabu (13/7/2022).

Ia menyatakan, ada dua faktor penyebab kematian ibu dan anak terjadi yakni penyebab langsung dan penyebab tidak langsung.  Penyebab langsung di antaranya seperti perdarahan, preeklamsia/eklamsia dan infeksi. Sementara penyebab tidak langsung yaitu penyakit jantung, anemia, dan TBC.

“Tinggi rendahnya AKI dan AKB menjadi indikator utama derajat kesehatan suatu daerah. Dan indikator utamanya bagaimana kepala daerah tersebut memimpin suatu daerah,” terangnya.

Ia berharap, dengan lokakarya yang diselenggarakan pihaknya dengan melibatkan stakeholder dapat memecahkan masalah angka kematian ibu dan bayi di Cilegon. Dengan begitu, angka dapat ditekan.

Sementara itu, Seketaris Daerah (Sekda) Kota Cilegon, Maman Mauludin, meminta semua lintas sektor mulai dari masyarakat, instansi terkait dan sektor swasta di Kota Cilegon mampu memperkuat dan memperbaiki pelayanan kesehatan.

“Dalam menurunkan angka kematian ibu dan bayi ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah semata melainkan adanya campur tangan dari semua pihak,” pungkasnya. (Ully/Red)

Redaksi Selatsunda
Redaksi Selatsundahttps://selatsunda.com
Sajian informasi dikemas dengan tulisan berita yang independen
- Advertisment -DEWAN 2