20.1 C
New York
Minggu, Mei 10, 2026
BerandaPemerintahanKomisi IV DPRD Meradang, Serapan Anggaran di Disperindag Cilegon Tak Capai Target

Komisi IV DPRD Meradang, Serapan Anggaran di Disperindag Cilegon Tak Capai Target

-

CILEGON, SSC – Komisi IV DPRD Cilegon melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Kantor Dinas Perindustiran dan Perdagangan (Disperindag) Kota Cilegon.

Ketua Komisi IV, Erick Airlangga yang didampingi Dimas Saputra dan Anugrah Chaerullah tiba di Disperindag pada pukul 15.00 WIB. Kedatangan Komisi IV DPRD Cilegon disambut oleh Kepala Disperindag Cilegon, Syafrudin dan Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag).

Ketua Komisi IV DPRD Cilegon, Erik Airlangga mengaku sangat menyesalkan sampai akhir 2022, serapan anggaran di Disperindag baru 69 persen atau mencapai Rp 21 miliar dari target sebesar 85 persen. Tak hanya saja, Kepala Disperindag Cilegon (Syafrudin) pun dianggap tak bisa maksimal dalam perbaikan insfrastruktur Pasar Kranggot.

“Kedatangan kami (Komisi IV) ingin memonitoring serapan anggaran di Disperindag. Laporan dari Pak Kadisperindag, serapan hingga November 2022 baru 69 persen. Kami tidak tahu apa masalahnya hingga serapan anggaran baru 69 persen,” kata Erick kepada Selatsunda.com ditemui usai rapat tertutup di Disperindag Cilegon,” Rabu (16/11/2022).

Erik yang juga anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Cilegon mendesak agar serapan anggaran di 2022 bisa sesuai dengan target.

“Sisa waktu 1 bulan ini, serapan anggaran di Disperindag bisa lebih efektif dan harus segera teralisasi semua pengajuan yang sudah mereka minta kepada kami (DPRD Cilegon. Kalau tidak terealisasi serapan anggaran tersebut, maka nanti di Rapat Badan Anggaran pada Senin (21/11/2022) nanti, kami (Badan Anggaran) justru akan mengurangi pengajuan angggaran mereka. Buat apa minta banyak-banyak kalau yang di 2022 aja tidak terserap!,” ujar Erik.

Politisi Partai Golongan Karya pun mengigatkan kepada Kepala Disperindag Cilegon untuk tidak mengajukan anggaran yang besar untuk berbagai hal yang tidak dibutuhkan untuk pasar.

“Untuk apa pengajuan anggaran besar untuk 2023, di 2022 aja aja tidak terserap? Jangan terlay besar pengajuan anggaranya. Secara spesifik aja mana saja anggaran yang dibutuhkan. Contoh, di Pasar Kramggot, butuhnya berapa banyak sih (anggaranya)? Apa aja yang dibutuhkan di Pasar Kranggot?,” tegas Erik.

Erik pun meminta kepada Kepala Disperindag untuk lebih memprioritaskan usulan yang ada di Disperindag. Seperti contoh, usulan perbaikan Pasar Kranggot.

“Masalah klasik aja untuk di Pasar Kranggot. Seperti, auning yang masih bocor, pedagang yang enggak jelas.
Nah itu semestinya harus diusulkan oleh Pak Kadis kebutuhan anggaranya. Jangan Bapa usulkan kepada kami, tapi tidak anggarkan. Percuma aja. Dan ingat slogan pak walikota, Cilegon Baru, Modern dan Bermartabat. Itu semestinya di realisasi,” tegas Erik.

Menanggapi hal ini, Kepaa Disperindag Kota Cilegon, Syafrudin tak menampik hingga saat ini realisasi pencapaian di Disperindag Cilegon baru mencapao 69 persen dari target 85 persen. Salah satu faktor belum tercapainya target tersebut, diantaranya, beberapa kegiatan pembangunan di pasar yang hingga saat ini belum terbangun serta rencana pembangunan pusat oleh-oleh Kota Cilegon batal dilkukan di 2022 melainkan di 2023 mendatang.

“Meski begitu, kami (Disperindag) dengan tersisa waktu 1 bulan ini, optimis bisa mencapai realisasi hingga 85 persen,” bebernya.

Disinggung soa keinginan Komisi IV adanya pembenahan di Pasar Kranggo, Syafrudin pun mengaku, jika pihaknya akan mulai memperbaiki semua atap, drainase hingga jalan di pasar tersebut.

“Semua kita perbaiki di Pasar Kranggot. Dan di 2022 realisasi di Disperindag bisa mencapai 85 persen,” pungkasnya. (Ully/red).

Redaksi Selatsunda
Redaksi Selatsundahttps://selatsunda.com
Sajian informasi dikemas dengan tulisan berita yang independen
- Advertisment -DEWAN 2