CILEGON, SSC – Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Cilegon, Damanhuri menyebut masih banyak anak jalanan, gelandangan dan pengemis (Anjal Gepeng) yang berkeliaran di Kota Cilegon. Para anjal, gelandangan dan pengemis ini mayoritas berasal dari luar Kota Cilegon.
“Saat di razia oleh Dinas Satpol PP, mereka (Anjal dan Gepeng) ini dari luar Cilegon. Mereka mengadu nasib dengan cara mengamen bahkan ada yang menjadi manusia silver di lampu merah Kota Cilegon,” kata Damanhuri kepada Selatsunda.com, Selasa (24/6/2025).
Ia menjelaskan, pihaknya pernah mengembalikan para gepeng, anjal tersebut ke wilayah asal mereka tinggal. Namun, para anjal dan gepeng tersebut kembali lagi ke Kota Cilegon untuk bekerja di lampu merah.
“Mereka menganggap Cilegon itu lahan basah jadi sangat mudah mencari uang. Kalau di tempat mereka tinggal susah untuk mengadu nasib. Sempat di kembalikan tapi kembali lagi ke Cilegon,” jelas Damanhuri.
Damanhuri merinci, berdasarkan data rekapitulasi penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) tahun 2024, total gelandangan sebanyak 84 orang dan pengemis 8 orang.
“Untuk 2025 ini kami masih melakukan pendataan oleh Bidang Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial pada Dinsos Kota Cilegon,” ujarnya.
Mantan Kadisdamkar Kota Cilegon ini pun mengaku, Dinas Sosial (Dinsos) telah menjalin komunikasi dengan Disnaker Kota Cilegon untuk memberikan pelatihan kerja untuk para anjal dan gepeng yang telah terjaring razia. Namun, para gepeng dan anjal menolak untuk mengikuti pelatihan.
“Selama ini pembinaan yang kami berikan untuk gepeng dan anjal ini kurang berhasil. Kenapa, karena ketika mereka melakukan pelatihan tidak ada memberi keluarga mereka makan bahkan tidak diberi uang. Jadi memang kurang berhasil pembinaanya,” pungkasnya. (Ully/Red)

