20.1 C
New York
Minggu, Mei 10, 2026
BerandaPeristiwaKaji Skema Perusahaan Go Public, Dirut Pelabuhan Cilegon Mandiri: Ada Catatan dari...

Kaji Skema Perusahaan Go Public, Dirut Pelabuhan Cilegon Mandiri: Ada Catatan dari Bursa Efek

-

CILEGON, SSC – PT Pelabuhan Cilegon Mandiri (PT PCM) tengah mengkaji skema pendanaan untuk menjadikan perusahaan go public atau initial public offering (IPO). Direktur Utama PT PCM, Muhammad Willy mengatakan, pihaknya belum lama memang telah bertemu dengan Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk menindak lanjuti maksud perusahaan untuk menjadi go public. Setelah bertemu, menurut Willy, memang untuk menjadikan PCM dapat go public perlu proses panjang.

“Jadi dari sisi PCM kita sudah mendindak lanjuti bertemu dengan tim dari Bursa Efek Indonesia, bertemu ibu Dian, beliau itu Vice President. Jadi proses IPO itu agak panjang,” ujar Willy ditemui di DPRD, Senin (7/7/2025).

Dari informasi yang diberikan BEI, kata Willy, sampai saat ini belum banyak BUMD yang bergerak di sektor pelabuhan di Indonesia yang go public. Adapun yang telah IPO baru beberapa perusahaan diantaranya dua anak perusahaan dari PT Pelindo. Kemudian baru ada juga satu BUMD dari sektor perbankan.

Ia kembali menegaskan, untuk menjadikan PCM go public, prosesnya agak panjang dan memakan waktu yang tidak singkat. Untuk menjadi go public, sejumlah tahapan harus ditempuh.

“Jadi persiapannya pun agak panjang dan  bisa memakan waktu satu tahun. Jadi harus ada persiapan internal harus dibantu under writter, di evaluasi oleh OJK dan BEI, demand pulling untuk penentuan harga, baru IPO. Dalam proses ini tersebut normatif seperti yang dilakukan perusahaan lain. Namun tentunya kesiapan kita sendiri seperti apa,” ungkapnya.

Dalam pertemuan itu, kata Willy, BEI juga memberikan catatan kepada PCM. Catatan itu menyangkut adanya pemberitaan negatif terkait permasalahan kasus hukum yang mendera PCM.

“Karena mereka melihat, ada permasalahan kasus hukum di PCM. Ini menjadi catatan bagi mereka.  Jadi saran dari bursa efek, bagaimana jika diperbaiki dahulu sampai sekian tahun kedepan tidak ada lagi berita negatif tentang PCM, baru mengusulkan,” ujarnya.

Secara persyaratan umum, kata Willy, tidak ada yang menjadi masalah. Laporan keuangan PCM dinilai bagus.

“Oh itu syaratnya, memenuhi (pemenuhan deviden). Laporan keuangan mereka bisa melihat dan PCM tidak pernah rugi, dan itu bagus. Tetapi masih ada catatan di media, mereka liat sendiri, bahwa beberapa waktu lalu, ada kasus permasalahan hukum yang menjadi catatan. Dimana mereka mengantisipasi sahamnya tidak menarik untuk umum. Itu sebenarnya catatan dari mereka,” terangnya.

Ditanya apakah karena terdapat catatan itu kemungkinan kecil PCM akan melantai di bursa efek, jawab Willy, kemungkinan selalu ada. Menurutnya, IPO dapat dilakukan tidak dalam waktu dekat namun perlu proses panjang.

“Kemungkinan selalu ada, tetapi kita lebih baik tidak begitu mengharapkan sekali ini bisa terjadi, IPO terjadi dalam waktu dekat. Untuk jangka panjang bisa, tetapi untuk jangka pendek ini, sebaiknya kita mencari opsi lain,” urainya.

Selain untuk mencari sumber pendanaan dengan menjadikan PCM go public, kata Willy, pihaknya juga tengah mencari opsi lain. Salah satunya tengah melirik sumber pendanaan dari sokongan pebankan. Saat ini, hal itu sedang dikomunikasikan.

“Jadi dengan Bank, salah satu bank kita juga sedang berkomunikasi. Kita harus melihat dana investasi dari bank, jangan sampai bunganya menganggu cash flow PCM saat ini. Jangan sampai bisnis terganggu,” pungkas Willy sambil menjelaskan PCM juga menjalani opsi lain dengan skema pendanaan pinjaman investasi jangka Panjang lewat PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI). (Ronald/Red)

Redaksi Selatsunda
Redaksi Selatsundahttps://selatsunda.com
Sajian informasi dikemas dengan tulisan berita yang independen
- Advertisment -DEWAN 2