CILEGON, SSC – Ribuan penduduk yang tinggal di Pulau Sebesi, Lampung di evakuasi. Warga dievakuasi karena terdampak bencana Tsunami Selat Sunda.
Kepala Bidang Keselamatan Berlayar dan Penjagaan Patroli Laut Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Banten, Joshua M Anthonie mengatakan, warga di Pulau Sebesi sudah mulai di evakuasi sejak Selasa, 25 Desember 2018, kemarin.
“Ada sekitar 116 warga di Pulau Sebesi yang dievakuasi ke bakauheni, Selasa Kemarin. Evakuasinya dengan KN Jembio dan KN Trisula,” Ujarnya, Rabu (26/12/2018).
Joshua mengatakan, kurang lebih sebanyak 2 ribuan penduduk masih akan di evakuasi. Evakuasi difokuskan kepada anak-anak, orangtua dan wanita hamil.
Sementara, Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Imelda Alini mengatakan, ASDP merespon cepat kondisi darurat pascatsunami dalam mendukung proses evakuasi bagi masyarakat di Pulau Sebesi yang berada dekat dengan Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda. Dengan menggunakan KMP Jatra III, penduduk langsung di evakuasi ke lokasi yang lebih aman.
“Kami mengerahkan KMP Jatra III yang telah bertolak pada hari ini, Rabu (26/12/2018) pukul 06.46 WIB dan tiba di Pulau Sebesi pada pukul 09.45 Wib untuk membantu proses evakuasi penduduk Pulau Sebesi yang merasa khawatir dengan adanya aktivitas Gunung Anak Krakatau. Dengan dukungan penyediaan kapal ASDP, kami berharap dapat membantu proses evakuasi sehingga penduduk Pulau Sebesi untuk sementara berada di lokasi yang aman,” tutur Imelda.
“Diperkirakan, 991 orang penduduk Pulau Sebesi yang dievakuasi dan akan tiba di Bakauheni sekitar pukul 12.00 Wib siang ini. Kami melihat kelegaan di wajah para pengungsi karena selama pascatsunami, penduduk Pulau Sebesi setiap hari bolak balik ke gunung karena khawatir akan datangnya tsunami sususan dengan keterbatasan makanan dan minuman. Rencananya, di Pelabuhan Bakauheni, penduduk yang dievakuasi akan disambut oleh ASDP dan Pemda setempat yang telah menyediakan makan siang dan bus, lalu segera diberangkatkan ke lokasi pengungsian yang aman di daerah Kalianda, Lampung Selatan,” tutur Imelda lagi.
Diketahui, Pulau Sebesi merupakan pulau berpenghuni terdekat dengan Gunung Anak Krakatau dengan jarak sekitar 7 nautical mile. Aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK) di Selat Sunda turut memicu kekhawatiran warga di Pulau Sebesi, Lampung Selatan, dimana terdengar suara letusan Gunung Anak Krakatau yang terjadi terus-menerus. (Ronald/Red)

