CILEGON, SSC – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cilegon mengantisipasi penyebaran abu vulkanik yang diakibatkan oleh GAK (Gunung Anak Krakatau) yang terjadi pada pukul 17.50 WIB. Salah satu antisipasinya dengan menyiapkan masker saat melakukan aktivitas.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cilegon Arriadna menerangkan 9 langkah yang dianjurkan kepada warga Serang dan Cilegon mengantisipasi hujan abu vulkanik GAK diantaranya, masyarakat diminta untuk menjauh terhadap lokasi letusan. Masyarakat diminta untuk mengurangi aktivitas di luar ruang karena paparan abu vulkanis bisa menimbulkan keluhan pernapasan, terutama pada orang yang sudah menderita penyakit paru. Paparan abu vulkanis dapat memperparah kondisi kesehatan sehingga perlu menutup jendela, pintu, perapian atau tungku kayu, dan minimalkan penggunaan pemanas udara atau AC. Masyarakat diminta menggunakan masker untuk mengurangi masuknya debu ke dalam saluran napas.
Selanjutnya masyarakat diminta membasahi atau percikan air sebelum membersihkan lingkungan dari debu atau abu vulkanis, untuk menghindari berbagai partikulat yang terbang dan mengakibatkan iritasi. Hindari mengemudi dan gunakan kacamata di luar ruangan, atau saat membersihkan debu di dalam ruangan. Masyarakat juga diminta menggunakan kacamata mencegah iritasi terjadi pada organ penglihatan. Untuk menghindari kulit tetap tertutup untuk menghindari iritasi akibat kontak dengan debu dan abu dan masyarakat diminta untuk mencari tim medis bila terkendala dampak kesehatan yang dirasakan.
“Dengan langkah ini dimungkinan berbagai yang tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” jelas Nana sapaan akrabnya saat di konfirmasi selatsunda.com, Rabu (26/12/2018).
Nana mengaku, pada kejadian ini ia meminta agar masyarakat di Banten bersama-sama berdoa untuk terhindar dari bencana lanjutan. Pihaknya berharap agar arah agin berubah ke laut sehingga mengurangi dampak erupsi GAK masuk ke wilayah daratan.
“Saya hanya meminta agar masyarakat untuk beroda bersama agar arah angin kembali ke laut sehingga debu vulkanik tidak lagi masuk ke wilayah Serang dan Cilegon,” ujarnya. (Ully/Red)

