Mahasiswa terluka dirawat di rumah sakit pasca bentrok dengan polisi saat demo penolakan pengesahan Undang-undang Omnibud Law, Belum lama ini. Foto Dok Istimewa

SERANG, SSC – Bentrok terjadi antara mahasiswa dan polisi saat aksi demonstrasi penolakan pengesahan Undang-undang Cipta Kerja (Omnibus Law) di depan Kampus UIN SMH Banten, Selasa (6/10/2020) lalu.

Dalam peristiwa itu, sedikitnya terdapat 24 mahasiswa yang terluka.

“Dalam data yang didapatkan aliansi ada 4 Orang di rawat rumah sakit  dan 20 lebih orang mendapatkan ruka ringan,” ujar Humas Aksi Aliansi Mahasiswa Geger Banten lewat rilis diterima Selatsunda.com, Rabu (7/10/2020).

Tidak hanya terluka, belasan mahasiswa juga diamankan aparat kepolisian saat kejadian.

“Dan 14 orang tertangkap oleh pihak kepolisian,” tuturnya.

Aliansi mahasiswa mengutuk keras tindakan represifitas polisi kepada masa aksi. Mereka juga kecewa hingga saat ini belum bisa melakukan pendampingan kepada rekan mahasiswa yang ditangkap.

Baca juga  APBD Tahun 2021 Kota Serang Defisit 75 Miliar

“Bersama kuasa hukum aliansi geger banten sampai saat ini belum bisa melakukan pendampingan serta menemui kawan-kawan yang di tangkap pihak kepolisian,” ungkapnya. (Ronald/Red)