CILEGON, SSC – Ribuan buruh outsourching yang tergabung dalam sejumlah serikat buruh di Kota Cilegon kembali melakukan aksi unjukrasa di Gedung Teknologi PT Krakatau Steel, Kota Cilegon, Rabu (3/7/3019). Tuntutan buruh masih sama dengan hari sebelumnya. Mereka menolak restrukturisasi dan PHK sepihak yang dilakukan KS. Buruh meminta agar Direktur Utama, Silmy Karim memberi penjelasan secara langsung atas kebijakan yang diputuskan.
Pantauan Selatsunda.com di lokasi, aksi buruh dilakukan mulai pukul 10.00 WIB. Dalam aksi, buruh memblokir jalan Asia Raya. Aksi juga dilakukan dengan bakar ban di depan pintu masuk gedung Teknologi KS. Sejumlah spanduk bertuliskan “Tolak Restrukturisasi sepihak oleh PT KS, Jangan hancurkan masa depan kami dan anak kami”, Tolak merumahkan dan PHK Massal yang dilakukan KS terhadap Karyawan PKWTT”, “Kami menolak dirumahkan, kenapa yang organik dimutasi yang PKWTT dirumahkan”, dibentangkan buruh di lokasi.
Baca : Ribuan Buruh Outsourching Demo KS, Tolak Kebijakan Merumahkan Karyawan

Ketua Forum Setikat Buruh Kota Cilegon, Rudi Sahrudin menyatakan, tuntutan buruh outsourching masih sama dengan aksi unjukrasa sebelumnya. Buruh meminta agar aksi penolakan restrukturisasi ditanggapi langsung oleh Dirut KS.
“Tuntutan kami masih sama, kami mau ditemui Dirut KS. Jangan yang diutus, itu itu saja yang tidak punya kebijakan memutuskan. Dari serikat kita mau ditemui langsung, biar dia menyampaikan,” ujarnya.
Baca juga : Demo Tolak Restrukturisasi dan PHK, Ketua Serikat Cilegon: Dirut KS Jangan Bersembunyi
Rudi menyatakan, alasan KS mengambil kebijakan restrukturisasi buruh untuk menyelamatkan bisnis perusahaan perlu dibuktikan. KS diminta agar memberi kejelasan tentang itu.
“Kalau memang dinyatakan rugi, monggo, simpel sebenarnya. Audit (Laporan Keuangan) independen diserahin, silakan dibahas. Jangan bilang rugi tapi buktinya tidak diserahin, hanya sekedar ucapan,” tuturnya.
Rudi menegaskan, agar buruh terus memperjuangkan aspirasi yang disampaikan. Aksi ini masih akan terus berlanjut.
“Kalau memang tidak ditanggapi, kami akan terus melakukan aksi. Bila perlu kita akan ke Provinsi dan Kementerian,” paparnya.
Sekitar pukul 11.00 WIB, pihak kepolisian yang menjaga aksi tersebut langsung membuka pemblokiran jalan. Kendaraan yang sempat terjebak akhirnya dapat melintas. Perwakilan buruh yang saat itu menemui manajemen kemudian keluar karena tidak bertemu dengan Dirut KS. Aksi buruh tersebut kemudian berlanjut ke Kantor Pemerintahan Kota Cilegon. (Ronald/Red)

