CILEGON, SSC – Pelaksana Tugas (Plt) Walikota Cilegon Edi Ariadi berjanji akan membenahi sistem penganggaran 2019 mendatang. Hal ini disampaikan Edi menanggapi pernyataan anggota DPRD yang sebelumnya sewot karena serapan anggaran dan kinerja yang dicapai pemkot buruk pada Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Walikota Cilegon tahun 2017.
“Saya pastikan akan membenahi sistem penganggaran di 2019 mendatang. Saya juga optimis di 2019 nanti, APBD Cilegon bisa naik sekitar 5 persen,” kata Edi,” Selasa (17/7/2018)
Menurut Edi, ada beberapa hal yang menyebabkan sistem penganggaran di 2017 tidak memenuhi target. Salah satunya seperti pendapatan dari pembayaran pajak BPHTB Pelabuhan Warnasari.
“Dulu sih mereka (PT PCM) sampaikan ke kami, BPHTB tidak terlalu wajib untuk dibayarkan. Tapi, kalau dilihat aturan itu rupanya wajib. Nah, mungkin dari aturan itu makannya pendapatan dari BPHTB itu hilang,” ujar Mantan Kepala Bappeda Cilegon.
Selain masalah pembayaran BPHTB, Edi menuturkan, tidak tercantum dana transfer dari Pemprov Banten dan DAK (Dana Alokasi Khusus) pada APBD 2017 membuat target RPJMD tidak tercapai.
“Jadi kebijakan umum anggaran dan platformnya tanpa dana transfer dan DAK. Tapi di 2019 itu akan tercantum, makanya kami proyeksikan naik 5 persen,” tutur Edi.
Mengenai tiga BUMD yang tidak mencantumkan hasil audit keuangan pada laporan pertanggungjawaban, ia akan segera mencantumkan hasil audit kepada tiga jenis BUMD tersebut.
“Soal hasil audit keuangan, memang seharusnya disosialisasikan ke masyarakat lewat media massa. Tapi kinerja mereka bagus kok, deviden bisa dibayar, bahkan ada kenaikan,” akunya.
Sementara, Sekretaris Komisi III DPRD Cilegon Nurrotul Uyyun mengatakan, pihaknya akan meminta penjelasan ke Pemkot Cilegon tidak terserapnya anggaran sesuai yang direncanakan. Penjelasan itu akan diminta pada rapat anggaran di Bogor mendatang.
“Oh pasti akan kita (DPRD) pertanyakan kondisi itu. Saya juga akan meminta penjelasan terhadap kinierja keuangan OPD-OPD selama 2017. Ini akan jadi tolok ukur legislatif bagaimana seharusnya OPD bisa memaksimalkan kinerja pada sektor pendapatan kedepannya,” tutupnya. (Ully/Red)

