Sebuah mobil plat merah terparkir di Kantor Pemkot Cilegon. (Foto Dokumentasi)

CILEGON, SSC – Aparatur Sipil Negara (ASN) Kota Cilegon dilarang menggunakan mobil dinas (Mobdin) untuk mudik Lebaran mendatang. Larangan ini sesuai surat edaran yang dikeluarkan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) terkait imbauan pencegahan gratifikasi pada hari raya keagamaan serta larangan penggunaan fasilitas dinas untuk kepentingan pribadi.

Larangan menggunakan mobil dinas ini tertuang dalam dalam Surat Edaran Nomor 003.2/3975/SJ dan Surat Edaran Nomor 003.2/3976/S yang ditandatangani Sekretaris Jenderal Kemendagri Hadi Prabowo pada 16 Mei 2019 kemarin.

Sebelumnya, KPK mengeluarkan Surat Edaran (SE) KPK No. B/3956/GTF 00.02/01-13/05/2019 tanggal 8 Mei 2019. Surat itu berisi imbauan tidak menerima bingkisan lebaran atau Idul Fitri. Pasalnya, gratifikasi rentan mendompleng peristiwa keagamaan.

Menanggapi hal ini, Walikota Cilegon, Edi Ariadi mengaku baru mengetahui adanya imbauan larangan ke ASN terkait penggunaan mobil dinas untuk keperluan pribadi saat Hari Raya Idul Fitri.

“Emang udah keluar yah larangannya? Kapan? Tahun kemarin gimana tuh? Boleh gak yah? Nanti deh, saya konsultasikan dulu ke Bu Sekda atas imbauan tersebut,” kata Edi kepada Selatsunda.com di kantornya,” Jumat (17/5/2019).

Meski  baru mengetahui informasi tersebut, ia memastikan pegawai Pemkot Cilegon akan mematuhi aturan tersebut.

“Yah harus lah. Namanya aturan kan. Kalau pun ada pasti akan kita tegur pegawainya,” tungkasnya.

Ia berharap, seluruh pegawai di Lingkup Pemkot Cilegon bersama-sama mematuhi aturan dan himbauan yang disampaikan oleh pemerintah pusat untuk tidak menggunakan mobil dinas saat mudik Lebaran.

“Sama-sama menghormati lah. Namanya juga  aturan harus dipatuhi dong,” pungkasnya. (Ully/Red)

Komnetar anda tentang berita diatas?