Walikota Cilegon, Edi Ariadi meresmikan pengolahan smapah PT Chandra Asri Petrochrmical di Lingkungan Serdang, Kelurahan Kota Bumi, Kecamatan Purwakarta, Kota Cilegon, Kamis (12/9/3019). Foto Elfrida Ully/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – PT Chandra Asri Petrochemical (CAP) menerapkan pengolahan sampah dengan sistem baru. Fasilitas ini dinamai Industri Pengolahan Sampah Manajemen Sampah Zero (IPS Masaro). Tujuannya untuk memperpanjang masa pakai sampah agar dapat dimanfaatkan kembali.

IPS Masaro mampu mengelola sampah swadaya 1000 kepala keluarga, didukung oleh sistem pemilahan sampah sesuai katagori yang dilakukan mandiri oleh masyarakat di masing-masing rumah. Sampah yang sudah terpilah akan ditukarkan dengan insentif dan diambil oleh IPS Masaro pada jadwal yang sudah ditentukan untuk diproses menjadi produk-yang bernilai ekonomi.

Penerapan sistem ini ditandai dengan peresmian Pengolahan Sampah di Lingkungan Serdang, Kelurahan Kota Bumi, Kecamatan Purwakarta, Kota Cilegon, Kamis (12/9/3019).

“Melalui IPS Masaro, kami mengajak masyarakat meninggalkan sistem pengelolaan sampah konvensional Kumpul-Angkut-Buang dan berpindah pada sistem Pilah-Angkut-Proses, dimana sampah yang terkumpul dikelola secara menyeluruh untuk didayagunakan dan dikelola tanpa sisa. Jadi fasilitas ini tidak memerlukan lahan untuk Tempat Pembuangan Sampah,” ujar Direktur CAP, Suryandi.

Ia menerangkan, sampah organik diproses menjadi pupuk cair dan media tanam sedangkan sampah non organik yang masih mempunyai nilai ekonomi diproses menjadi bahan daur ulang dan dijual kepada industri daur ulang. Sisa sampah yang tidak memiliki nilai ekonomi dibakar di insinerator yang panasnya dimanfaatkan untuk pemrosesan plastik menjadi BBM melalui pirolisator. Selain dijual, BBM yang dihasilkan juga digunakan untuk bahan bakar kendaraan pengangkut sampah serta mesin peralatan. Dengan demikian semua sampah yang diangkut ke IPS Masaro dapat dikelola seluruhnya dan tidak ada sampah yang mencemari lingkungan.

“Dari tiga unit mesin pirolisator yang dioperasian oleh IPS Masaro, satu diantaranya merupakan modifikasi mesin berbahan bakar gas dari seorang siswa volunter yang duduk di kelas 11 di Jakarta Intercultural School yang bernama John Leiman. CAP menyambut baik dan mengapresiasi antusiasme dan hasil kerja John untuk mesin pirolisis skala kecil ini yang telah berkontribusi langsung dalam pengoperasian fasilitas IPS Masaro,” tuturnya.

Konsep Masaro ini terbangun atas kemitraan yang solid dengan Asosiasi Industri Olefins Aromatik Plastik Indonesia (INAplas), Institut Teknik Bandung (ITB), Pemerintah Daerah serta masyarakat. CAP bertekad membangun kebiasaan yang baik dalam memilah sampah. Disamping itu, Masaro juga bertujuan menciptakan kawasan zero waste sebagai pilot project percontohan yang dapat direplikasi untuk menjadi salah satu solusi permasalahan sampah di Indonesia.

Sementara, Walikota Cilegon, Edi Ariadi mengapresiasikan program yang djalankan PT Chandra Asri Petrochemical (CAP) Tbk memberdayakan masyarakat. Pengelolaan sampah itu, kata Edi, memiliki tujuan baik. Maka dari itu pihaknya akan mengimplementasikan sistem tersebut ke 43 kelurahan di Kota Cilegon.

“Saya kira program yang dimiliki oleh CAP ini cukup bagus dan sangat terbantu sekali. Dilihat dari sisi kebersihannya okay juga. Bisa memotivasi masyarakat kita untuk lebih perduli terhadap lingkungan,” kata Edi.

Edi mengaku, dalam sehari produksi sampah yang dihasilkan di Cilegon mencapai 1.300 meter kubik. Sampah ini terbagi atas sampah organik 900 meter kubik dan sampah non organik 400 meter kubik. Oleh karena itu, perlu adanya penanganan yang serius dalam menyelesaikan persoalan sampah.

“Di Cilegon kebanyakan sampah yang organik. Jadi, saya berpikir bagaimana sampah-sampah yang dihasilkan ini dapat menjadi hal yang berguna. Contohnya saja tadi, dari sampah organik bisa jadi suplemen tanaman. Jadi bukan hanya orang saja yang dapat suplemen tapi tanaman pun bisa dapat suplemen dari sampah-sampah tersebut,” ujarnya.

Mantan Kepala Bappeda mengajak industri lainnya di Cilegon dapat menerapkan hal yang sama seperti yang dilakukan CAP. Tidak lain disampaikan agar penanganan masalah sampah di Cilegon bisa diatasi bersama.

“Industi di Cilegon kan banyak. Nanti saya ajak mereka (industri,red) untuk mendirikan ini. Misalnya, PT Candra Asri udah ada di lingkungan Serdang, Purwakarta. Nanti Indonesia Power (IP) di Merak, ASDP di mana lah. Mereka kan juga menghasilkan sampah, tentunya harus dukung keinginan pemerintah menyelesaikan persoalan sampah juga,” ucapnya. (Ully/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here