CILEGON, SSC – Hampir sebulan setelah pelantikan, Wakil Walikota Cilegon, Ratu Ati Marliati langsung membuat gebrakan. Salah satunya dengan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cilegon.
Informasi diterima Selatsunda.com, kaka kandung walikota non aktif Tb Iman Ariayadi tiba di DLH Cilegon pada pukul 08.00 WIB. Kedatangannya selain melihat secara langsung pegawai di DLH juga untuk menindaklajuti pesan dari Gubernur Banten, Wahidin Halim pada pelantikan untuk mempercantik Kota Cilegon.
“Sebelumnya kan Pak Gubernur meminta agar bagaimana bisa mempercantik Cilegon. Nah, ini tupoksinya ada di Dinas Lingkungan Hidup. Oleh karena itu, saya ingin bagaiaman DLH ini punya gebrakan-gebrakan untuk mempercantik kota,” kata Ati kepada awak media di DLH, Senin (26/8/2019).
Menurut Ati, untuk mempercantik kota ini tidak hanya dilakukan oleh LH. Tetapi perlu peran dan kerjasama dari lurah dan camat untuk mendukung langkah tersebut.
“Nanti peran lurah dan camat sangat penting peranan ya di sini. Nanti, saya minta LH untuk mengundang lurah dan camat. Dan ibu langsung yang akan mengkontrol semua itu. Dan bagaimana minggu depan tidak ada lagi sampah di jalan protokol maupun sampah permukiman,” ujar Ati.
Sementara itu, Kepala DLH Cilegon, Ujang Iing mengatakan, pihaknya segera akan menindaklanjuti arahan yang disampaikan Wakil Walikota Cilegon dengan mengungkapkan para lurah dan camat untuk bersama-sama mempercantik Kota Cilegon.
“Pasti akan langsung kita (DLH) tindaklanjuti. Sebelum kita berkoordinasi dengan lurah dan camat, saya akan sampaikan dulu ke teman-teman kepala bidang dan kepala seksi terkait pengelolaan sampah di wilayah jalan protokol maupun sampah di Alun-alun,” ungkap Iing.
Menurut dia, kondisi estetika Cilegon saat ini mulai memprihatinkan terutama tentang volume smapah yang meningkat. Berdasarkan data yang dimilliki DLH Kota Cilegon, kata dia, sampah yang dihasilkan 1 kepala keluarga memiliki berat sebesar 0,5 kg. Kondisi ini, semakin diperparah karena kondisi bak sampah yang sangat miris.
“Kondisinya memang udah gak bagus lagi. Usia bak sampahnya rata-rata sudah berusia 1 tahun. Jadi memang perlu diperbarahui,” tuturnya. (Ully/Red)

