20.1 C
New York
Kamis, April 16, 2026
BerandaPemerintahanRibuan Siswa di Cilegon Belum Terima KIP

Ribuan Siswa di Cilegon Belum Terima KIP

-

CILEGON, SSC – Hampir seluruh peserta Program Indonesia Pintar (PIP) di Kota Cilegon sudah menerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) yang diserahkan Dinas Pendidikan Kota Cilegon. Hanya saja, diantara jumlah yang tercatat masih ada ribuan peserta yang belum menerima KIP karena sejumlah kendala.

Dari data Dindik Cilegon, sebanyak 85 persen dari sekitar 8 ribu peserta PIP di tingkat Sekolah Dasar (SD) telah menerima KIP pada tahun 2018. Sementara yang belum menerima tercatat sekitar 1.422 siswa dengan nilai yang belum disalurkan sebesar Rp 512,175 juta. Pada tahun 2019, dari 5.382 perserta, 90 persen diantaranya telah menerima KIP sementara sisanya sebanyak 286 siswa dengan nilai Rp 86,7 juta belum menerima KIP.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Cilegon, Muhtar Gojali dikonfirmasi mengakui masih ada peserta baik di tingkat SD dan SMP yang belum menerima bantuan tersebut. Hal itu, kata dia, bukan tanpa kendala. Permasalahan itu didasari beberapa hal diantaranya ada nama peserta yang tidak terdeteksi di sekolah. Begitu juga ada siswa yang statusnya berpindah sekolah.

“Kendalanya kita kan dalam pencairan, ada anak yang mungkin belum terdeteksi mengaktifkan. Mungkin juga anaknya pindah dan sebagainya,” ujar Muhtar ditemui di kantornya, Senin (26/8/2019).

Muhtar menerangkan, dari daftar peserta yang dikeluarkan Kemendikbud tidak seluruhnya dianggap layak untuk menjadi penerima PIP. Artinya, masih ada peserta yang dinilai tidak layak dan akan diusulkan untuk dikaji kembali.

“Daftar nama yang dari pusat (Kemendikbud) ada, tapi ada yang belum terdeteksi oleh kita. Kalau (dicari) tidak ada dimana-mana, ya sudah (dibatalkan). Tetapi kalau yang dari kita memang diusulkan layak, maka kita usulkan tapi belum menjamin bisa dikabulkan. Kemudian ada juga yang siswa yang mampu misalnya di RJ, masak menerima PIP. Makanya, dari mereka malah ada yang mau membatalkan,” terang dia.

Diketahui belum lama ini, Dindik mengumpulkan seluruh kepala sekolah dan pihak Bank BRI selaku lembaga perbankan yang mencarikan dana KIP. Sejumlah pihak ini dikumpulkan untuk mensinkronkan data dan membahas kendala-kendala yang dihadapi menyangkut pencairan dana peserta PIP di Cilegon.

“Makanya kita kumpulkan pihak sekolah, kita lacak data nama itu ada dimana. Kalau sudah terlacak dan ada memang di sekolah, segera kita laporkan ke pusat. Kalau itu sudah dilaporkan, tinggal pencairan,” sambung dia.

Sementara itu, Kepala Seksi Peserta Didik dan Pembangunan Karakter SD di Dindik Cilegon, Ahmad Rafiudin menambahkan, dari jumlah seluruh peserta yang sudah menerima KIP masih ditemukan sekitar ratusan peserta belum bisa mencairkan dana. Hal itu salah satunya disebabkan karena ada perubahan nama peserta dan ditolak oleh sistem di bank. Untuk mensolusikan masalah tersebut, peserta dianjurkan untuk mengaktivasi ulang.

“Dibank BRI kalau ada perubahan nama, itu ditolak oleh sistem. Itu harus aktivasi ulang dan tidak bisa menggunakan rekening lama. Makanya kita anjurkan untuk aktivasi ulang,” pungkasnya. (Ronald/Red)

Redaksi Selatsunda
Redaksi Selatsundahttps://selatsunda.com
Sajian informasi dikemas dengan tulisan berita yang independen

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini