20.1 C
New York
Minggu, Mei 10, 2026
Beranda Peristiwa Bantu Polisi Amankan Mudik Lebaran 2026, Kodim Cilegon Turunkan 150 Personel

Bantu Polisi Amankan Mudik Lebaran 2026, Kodim Cilegon Turunkan 150 Personel

0
321
Komandan Distrik Militer (Kodim) 0623 Kota Cilegon, Letkol Inf Imam Buchori diwawancara, Minggu (15/3/2026). Foto Ronald/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Komandan Distrik Militer (Kodim) 0623 Kota Cilegon, Letkol Inf Imam Buchori menyatakan, pihaknya telah menyiapkan personel untuk membantu Kepolisian dalam pengamanan arus mudik Lebaran 2026. Dandim membenarkan, sebelumnya terbit telegram Panglima TNI terkait siaga 1.

Untuk menjalankan instruksi tersebut ke jajaran salah satunya dalam pengamanan arus mudik Lebaran 2026, kata Dandim Buchori, pihaknya fokus membantu kepolisian.

“Kita saat ini lebih fokus satu persatu dalam setiap program. Saat ini kita Lebaran, berarti kita harus fokus full, men-support bagaimana Operasi Ketupat ini  dilaksanakan. Sehingga jajaran kita siapkan, kebetulan wilayah kami berdekatan dengan arus mudik, berarti kita saat ini fokus mengerahkan seluruh personel yang ada membantu Polri untuk kelancaran arus mudik, ktia siapkan,” ujar Buchori ditemui saat Kegiatan Pelepasan Bus Mudik Gratis di depan Kantor Pemkot Cilegon, Minggu (15/3/2026).

Dandim Buchori menyatakan, pihaknya dalam membantu pengamanan arus mudik Lebaran telah menyiapkan ratusan personel. Personel akan disebar di seluruh wilayah hukum di Kota Cilegon.

“Kita ini di tempat kami ada 150 orang, kita sebar. Ada di wilayah hukum Polres Cilegon. Termasuk untuk arus mudik ini,” ucapnya.

Sejauh ini terkait dengan adanya instruksi Panglima TNI, kata Dandim, Kota Cilegon tergolong aman dan terkendali.

“Sejauh ini aman, terkendali. Dan di rapat Forkopimda, kita selalu update, data dan sebagainya. Alhamdulillah aman, tidak ada masalah dan aman terkendali,” ucapnya.

Dandim menjelaskan, siaga 1 itu menyangkut latihan kesiapsiagaan personel. Jadi, sewaktu-waktu ketika dibutuhkan personel sudah siap.

“Itu hanya latihan kesiapsiagaan, latihan. Jadi Sewaktu-waktu dibutuhkan kami sudah siap. Bukan situasi sedang ini, tidak. Kalau kita dalam latihan itu, setiap per tri wulan, harus diuji anggota siap ngga untuk bergerak. Sewaktu-waktu dibutuhkan negara, siap nggak,” terangnya. (Ronald/Red)