CILEGON, SSC – Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional Satu Jabodebek dan Banten, Roberto Akyuwen menyebut sebanyak 25 ribu rekening milik pelajar di Kota Cilegon tidak aktif.  Ini diketahuinya berdasarkan laporan yang disampaikan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Cilegon.

“Hasil laporan dari Dindik Kota Cilegon ada 25.000 rekening tidur alias tak aktif. Tidak aktifnya rekening ini, karena pelajar yang membuat buku rekening hanya untuk menerima bantuan dari pemerintah selebihnya rekening ditinggal oleh pemiliknya,” kata Roberto Akyuwen kepada Selatsunda.com ditemui di Rapat Koordinasi dan Evaluasi Program Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) dan Persiapan Penyelenggaraan Kejar Award yang digelar di salah satu hotel di Kota Cilegon, Kamis (27/6/2024).

Selain laporan dari Dindikbud Cilegon, ia juga mendapat laporan dari sejumlah perbankan. Di mana pada beberapa bank memiliki data buku rekening yang tidak aktif digunakan oleh pemiliknya.

Baca juga  Penyanyi Kapal Ditemukan Tewas di Kontrakan di Merak Cilegon, Diduga Jadi Korban Pembunuhan

“Tadi sesuai dengan arahan Pak Sekda Cilegon (Maman Mauludin) dan Pak Asda Setda Cilegon (Aziz Setia Ade Putra) supaya Dindik Cilegon untuk segera membuat jadwal untuk dilakukan edukasi untuk pembukaan rekening dengan bekerjasama dengan OJK Jabodetabek dan Provinsi Banten serta lembaga jasa keunganan khususnya perbankan, kebetulan tadi hadir BPRS, BNI, BRI dan BJB,” ujar Roberto.

Soal penilaian Kejar Award, kata Roberto, OJK juga akan meminta Pemkot Cilegon untuk bisa mengaktifkan kembali ribuan rekening pelajar yang tidak aktif.

“Ini juga sedang kita dorong untuk diaktifkan juga dan itu juga menjadi penilaian, tidak hanya rekening baru tapi kejar award itu menilai juga seberapa jauh rekening tidur itu diaktifkan kembali,” ujarnya.

Baca juga  Penyanyi Kapal Ditemukan Tewas di Kontrakan di Merak Cilegon, Diduga Jadi Korban Pembunuhan

Dalam praktiknya, pembukaan rekening berada di bank, dimana Pihaknya melalui Pemerintah Kota (Pemkot)  Cilegon melalui Dinas Pendidikan hanya memfasilitasi.

Persoalan pembukaan rekening secara teknis akan dilakukan langsung oleh pegawai bank, jadi bank-bank itu akan mendatangi sekolah, kemudian mendata, kemudian membukakan rekening para murid.

“Ingat ini sifatnya volunteer ya jadi tidak ada pemaksaan, jadi bagi siswa yang berminat membuka rekening dibank tertentu akan didatangi oleh petugas bank kemudian dibukakan rekeningnya,” tuturnya.

Sementara itu, Sekda Kota Cilegon, Maman Mauludin mengungkapkan, pihaknya aktif mendukung program dengan melakukan edukasi literasi inklusi keuangan, sebagai upaya menumbuhkan budaya serta mendorong masyarakat untuk menabung sejak dini.

“Kita berikan literasi ada edukasi untuk sedini mungkin, bagaimana anak didik kita gemar menabung, karena akan menumbuh kembangkan potensi keuangan daerah,” imbuhnya. (Ully/Red)