Walikota Cilegon, Helldy Agustian diwawancara usai menghadiri rapat paripurna di DPRD Cilegon, Kamis (27/6/2024). Foto Ronald/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) hingga hampir di penghujung Semester I/2024 masih terbilang rendah. Walikota Cilegon, Helldy Agustian mengatakan, realisasi hingga Juni ini mencapai 20 persen.

Pencapaian tersebut rendah disebabkan beberapa hal. Pertama terkait adanya penyesuaian harga NJOP untuk industri. Di mana yang semestinya ditetapkan awal Januari lalu namun dilaksanakan pada Mei ini. Hal itu membuat penerimaan PAD terlambat.

“Sekarang sudah lebih dari 20 persen. Jadi perlu diketahui memang kita ada kenaikan untuk industri perihal mengenai kenaikan harga NJOP. Nah Itu seharusnya ini diberikan di Januari. Tetapi kan baru diberikan di bulan Mei. Memang agak ada keterlambatan,” ujar Helldy ditemui usai Rapat Paripurna di DPRD Cilegon, Kamis (27/6/2024).

Helldy mengakui pendapatan dari pajak BPHTB juga belum tercapai karena proyeksi dari sektor pajak tersebut meleset.

“Itu (Pajak BPHTB) kan prediksi, kalau prediksi meleset, berarti kan harus dievaluasi kenapa melesetnya,” terangnya.

Lantaran relalisasi PAD masih belum tercapai, kata Helldy, Pemkot membentuk Satgas PAD. Satgas dibentuk untuk mengoptimalisasi PAD.

“Makanya, setelah itu dibentuk satgas. Dalam rangka mengkroacek informasi adanya laporan masyarakat. Dan kedua adalah mengecek secara langsung apakah, PAD kita kan kalau hitung hitungan kita akan naik diatas Rp 200 miliiaran lebih,” terangnya.

Ia yakin Satgas yang terbentuk dapat bekerja maksimal untuk meningkatkan PAD. Namun semuanya perlu proses.

“Yakin lah. Ini kan berproses, berproses lah, sabar dulu,” ucapnya.

Helldy mengaku, akan mengadakan rapat dinas kembali pada pekan depan membahas soal progress PAD.

“Nanti kita evaluasi, minggu depan kita rapat dinas lagi,” pungkasnya. (Ronald/Red)