Foto Ilustrasi (Sumber: Net)

CILEGON, SSC – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Banten mewanti-wanti ASN (Aparatur Sipil Negara) agar tidak menjadi mesin politik salah satu calon bacalon (Bakal Calon Walikota dan Bakal Calon Wakil Walikota) di Pilkada Kota Cilegon.

Pasalnya, ASN memiliki posisi yang cukup strategis untuk menjadi mesin politik pemenangan kandidat pasangan calon karena dapat mendulang suara. Karena, keberadaan ASN ini cukup mudah terpengaruh dengan hal-hal apapun salah satunya bisa ditawarkan naik pangkat maupun promosi sesuai dengan keinginan ASN.

Ketua Bawaslu Provinsi Banten Didih M Sudi mengimbau kepada seluruh ASN di Pemkot Cilegon untuk bersikap netral dan jangan mudah terpengaruh kepada salah satu bacalon untuk memuluskan rencana bacalon yang berkontentasi. Bahkan, yang perlu diperhatikan, ASN juga jangan mudah menjadi mesin politik dari salah satu bacalon.

Baca juga  2 Pegawai Pengadilan Agama Serang Positif Covid-19, Persidangan Ditutup Sementara

“ASN mempunyai hak pilih di Pilkada. Berbeda halnya dengan TNI/Polri harus bersikap netral kepada siapapun calonya. Meskipun kecil, ASN ini memiliki struktur. Jadi jangan mudah terpengaruh bahkan jadi mesin politik salah satu calon. Karena ASN memiliki Undang-undang yang mengatur terkait kenetralan ASN,” kata Didih kepada Selatsunda.com saat dikonfirmasi melalui telepon genggamnya, Rabu (1/7/2020).

Didih menambahkan, bagi ASN yang terbukti tidak netral terhadap salah satu calon, Bawaslu siap memproses ketidaknetralan ASN  tersebut.

“Pasti akan kami (Bawaslu) proses sesuai dengan undang-undang yang berlaku. Dan melaporkan tindakan ASN ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN),” tambah Didih.

Didih meminta kepada warga di Kota Cilegon untuk melaporkan apabila ditemukan adanya temuan bila ada ASN yang tidak netral dalam penyelenggaraan Pilkada di Cilegon.

Baca juga  Penjabat Sekda Nanang Yakin Pendistribusian Vaksin Covid-19 di Serang Aman

“Masyarakat bisa melakukan pengawasan kemudian tidak ragu-ragu kalau ada pelanggaran dilaporkan ke Bawaslu. Kami ingin membangun kesadaran budaya,” pinta Didih.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Cilegon Siswandi memastikan apabila ditemukan ASN mengabaikan aturan ASN untuk bersikap netral, Bawaslu tidak segan – segan memberikan sanksi tegas dengan bentuk pelanggaran kode etik.

“Misalnya, jika ada pelanggaran sudah ditegur tapi tidak dijalankan oleh ASN, maka sanksi berat akan diterima oleh mereka,” tegas Siswandi. (Ully/Red)