Walikota Cilegon, Helldy Agustian menandatangani SKK Litigasi kepada Jaksa Pengacara Negara atau JPN Kejari Cilegon, di Aula Kantor Kejari Cilegon,“ Senin (16/8/2021). Foto ; Elfrida Ully/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Walikota Cilegon, Helldy Agustuan digugat oleh 12 pemilik ruko Plaza Cilegon Mandiri atau Eks Matahari Lama. Gugatan perdata itu terkait dengan sengketa kepemilikan Hak Pengelolaan Lahan (HPL).

Kajari Cilegon, Ely Kusumastuti mengatakan,perkara gugatan perdata terkait sengketa HPL Eks Gedung Matahari Lama dilayangkan oleh 12 penggugat dari 26 pemilik ruko sekitar dua pekan lalu. Penggugat memperkarakan 6 tergugat yakni Tergugat 1, PT Genta Kumala, Tergugat 2, Direktur utama PT Genta Kumala Herman Susilo, Tergugat 3 Notaris, Tergugat 4 Walikota Cilegon, Tergugat 5 BPN Cilegon dan Tergugat 6 BPKD.

Kejari mengenai perkara tersebut memberikan bantuan litigasi kepada Pemkot Cilegon yang bersengketa dengan pihak penggugat. Selaku aparatur hukum negara dan menindak lanjuti Surat Kuasa Khusus (SKK) yang diajukan Pemkot Cilegon, Kejari memberikan pendampingan hukum.

“Pemkot memberikan surat perintah kepada kami untuk menjadi Jaksa Pengacara Negara dan sudah kami pelajari secara detail dan sebelumnya juga kami udah melakukan bantuan non litigasi,” kata Ely kepada awak media saat di Aula Kejari Cilegon, Senin (16/8/2021).

Baca juga  Miris ! 7 KK di Cilegon Tinggal di Gubuk Beralas Triplek dan Tak Punya MCK

Ely mengungkapkan, sengketa kepemilikan lahan itu bermula saat pemilik ruko mengklaim bangunan ruko di area Gedung Eks Matahari milik mereka. Pemilik ruko mengklaim ruko dibeli dari pengembang gedung, PT Genta Kumala pada 1994 silam.

Seiring waktu, gedung dan ruko tersebut menjadi aset Pemkot Cilegon setelah diserahkan oleh Pemerintah Kabupaten Serang. Dari catatan aset Pemkot Cilegon, pemilik ruko tercatat menyewa dengan status sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) diatas HPL. HGB diatas HPL berakhir pada tahun 2012.

Kajari mengatakan, pihaknya dalam menyelesaikan perkara tersebut sudah melakukan upaya non litigasi dengan pemilik ruko. Namun pemilik ruko tetap mengklaim ruko di area Eks Gedung Matahari milik mereka dan melakukan gugatan.

Baca juga  Ribuan UMKM di Cilegon Belum Kantongi Sertifikat Halal

“Jadi masa berakhir pemilik ruko ini habis pada 2012 lalu. Karena sudah habis masa berakhirnya, semestinya mereka keluar dari lahan milik Pemkot Cilegon. Karena kondisi ini, mereka melakukan gugatan litigasi ini,” jelasnya.

Kejari Cilegon sebagai pihak yang mewakili Pemkot Cilegon akan menghadapi sidang perdata di Pengadilan Negeri (PN) Serang pada Kamis, 19 Agustus 2021 mendatang.

Di tempat yang sama, Walikota Cilegon, Helldy Agustian yang menjadi tergugat 4 mengungkapkan, gedung Eks Matahari dan fasilitas penunjang ruko aset Pemkot Cilegon setelah menerima pelimpahan bangunan dari Kabupaten Serang.

“Dalam perjanjian bahwa masa akhir penggunaan bangunan tersebut berakhir pada Juni 2012. Tetapi, mereka tidak mau meninggalkan bangunan ini. Karena sudah habis, mereka harus menyerahkan bangunan ini ke Pemkot Cilegon,” paparnya. (Ully/Red)