20.1 C
New York
Minggu, Mei 10, 2026
Beranda Peristiwa BI Minta Pemerintah Kabupaten-Kota di Banten Perkuat Investasi dan Kualitas SDM untuk...

BI Minta Pemerintah Kabupaten-Kota di Banten Perkuat Investasi dan Kualitas SDM untuk Jaga Stabilitas Ekonomi

0
319

SERANG, SSC – Kantor Perwakilan (KpW) Bank Indonesia (BI) Banten meminta agar pemerintah kota/kabupaten di Banten untuk mampu memperkuat stabilitas perekonomian. Beberapa upaya yang harus dilakukan oleh pemerintah kabupaten dan kota yakni menimgkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), mempercepat investasi serta optimalisasi infrastruktur pendukung.

“Untuk menarik minat investor, Pemda berkomitmen memfasilitasi proses penanaman modal melalui penyederhanaan perizinan dan penyiapan lahan yang matang, menyiapkan SDM unggul. Pemda harus menyiapkan tenaga kerja lokal yang kompeten agar industri tidak perlu mendatangkan tenaga kerja dari luar. Ini adalah upaya untuk memastikan masyarakat setempat merasakan manfaat langsung dari industrialisasi,” kata Asisten Direktur Bank Indonesia, M. Lukman Hakim, Kamis (18/12/2025).

Tak hanya itu, Lukman pun mendorong agar pemerintah daerah untuk dapat mensingkronkan antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri. Pengembangan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) kini difokuskan agar lulusannya memiliki keahlian yang relevan dengan industri yang ada di wilayah tersebut.

“Kita harus menyiapkan tenaga kerja lokal yang kompeten agar industri tidak perlu mendatangkan tenaga kerja dari luar. Ini adalah upaya untuk memastikan masyarakat setempat merasakan manfaat langsung dari industrialisasi,” ujar Lukman.

Melalui sinergi antara kemudahan investasi, kesiapan SDM, dan infrastruktur yang mumpuni, Pemda optimistis dapat memitigasi dampak kelesuan ekonomi global dan menjaga tren pertumbuhan positif di tingkat daerah.

Soal pertumbuhan ekonomi di Banten, sambung Lukman, saat ini lebih tinggi dari nasional sekitar 5,2 persen.

“Tahun ini ekonomi Banten lebih tinggi dari nasional. Tingginya ekonomi di Banten, karena faktor konsumsi rumah tangga mencapai 53  persen, investasi 3,58 persen  hingga lapangan usah mencapai 30 persen,” sambungnya.

Meski demikian, ia menekankan bahwa capaian tersebut tetap dihadapkan pada sejumlah tantangan, khususnya terkait konsolidasi ekonomi, stabilitas global, serta penguatan sektor-sektor strategis daerah agar pertumbuhan tetap berkelanjutan. (Ully/Red)