Forum Kewirausahaan Pemuda (FKP) Cilegon bertemu dengan Wakil Walikota Cilegon, Sanuji Pentamarta di Kantor Pemkot Cilegon, Rabu (18/8/2021). Foto Florida Ully/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Pelaku usaha yang bergerak di bisnis kuliner, konveksi, salon dan usaha kecil di Kota Cilegon menginginkan Pemerintah Kota Cilegon turut andil dalam memecahkan persoalan para pelaku usaha. Karena dengan pademi Covid-19 yang sampai saat ini belum berakhir, bisnis keberlangsungan bisnis begitu terpuruk.

Perwakilan pengusaha muda Cilegon, Rizki Irawan mengatakan, Pemkot sejak menerapkan PPKM Darurat hingga kebijakan diperpanjang belum memberikan solusi untuk pelaku usaha. Menurutnya, kebijakan yang dijalankan belum diimbangi dengan solusi untuk pelaku usaha agar bisa bertahan hidup.

Oleh karenanya dengan kedatangan Forum Kewirausahaan Pemuda (FKP) Cilegon ke Pemkot Cilegon berharap pemerintah bisa mengambil langkah konkret bagi pelaku usaha agar bisa bangkit. Salah satunya yang diinginkan, Pemkot bisa memfasilitasi dengan memberikan pelatihan secara online.

Baca juga  Jelang Pemilu 2024, Partai-partai baru Sowan ke KPU Cilegon

“Kami cukup kewalahan dengan kondisi di era pademi saat ini. Karena itu, kami meminta Pemkot Cilegon untuk fasilitasi kami untuk bisa menjalankan usaha yang kami lakukan ini bisa bersaing dengan usaha francise atau waralaba yang jumlahnya ratusan di Kota Cilegon,” kata Rizki kepada awak media ditemui di Pemkot Cilegon,” Rabu (18/8/2021).

Bentuk pelatihan, sambung Rizki, bisa dengan berbagai cara. Diantaranya menghadirkan pemilik brand nasional terkenal sebagai pembicara dalam pelatihan pengembangan usaha.

“Harapan kami, agar pemerintah bisa menghadirkan seperti Gojek, Shopee, Janji Jiwa dan lainnya. Mereka bisa memberikan pelatihan kepada kami agar bisa memiliki basic digital marketing. Karena selama ini semua orang bisa daftra Gojek tapi enggak semua orang bisa jualan gojek. Yang laku ujung-ujungnya franchise lagi, franchise yang lagi. Kalau tidak di setop sama pemkot, yang ada kami (pengusaha kuliner) semakin tergerus,” sambungnya.

Baca juga  Demo Hari Tani, Mahasiswa Cilegon Soroti Lahan Pertanian Menyusut Akibat Industri

Di tempat yang sama, Pelaksana Tugas (Plt) Kadisperindag Cilegon Syafrudin menjelaskan, kedatangan pelaku usaha kuliner meminta Pemkot turut membantu dalam memecahkan masalah pelaku usaha.

“Jadi mereka minta pemkot fasilitasi agar bisa mengembangkan usaha yang dijalani selama ini. Mereka minta tambahan ilmu dari pengusaha/brand terkenal agar bisa membangun usaha mereka,” jelasnya.

Diakuinya, pada kondisi pademi ini, keuntungan berjualan online cukup tinggi.

“Jadi mereka (pengusaha muda ini) minta agar diberikan pengetahuan berjualan secara online. Pemkot Cilegon sebagai fasilitatornya. Kami upayakan tahun ini kegiatan tersebut bisa di realisasi segera,” pungkasnya. (Ully/Red)