CILEGON, SSC – Balai Karantina Pertanian (BKP) Kelas II Kota Cilegon bakal menerapkan pengawasan karantina dengan berbasis Informasi Teknologi (IT). Penyediaan fasilitas berupa ruang kontrol (control room) dengan menyajikan seluruh informasi karantina itu sebagai bentuk fasilitas penunjang dalam mempermudah kinerja petugas mengawasi lalu lintas hewan dan tumbuhan di Provinsi Banten.

Hal itu disampaikan Kepala BKP Kelas II Kota Cilegon, Raden Nurcahyo ketika melakukan kegiatan silaturahmi dengan Kelompok Kerja (Pokja) Wartawan Harian Kota Cilegon di ruang rapat BKP Cilegon, Selasa (22/5/2018).

“Jadi nanti akan disediakan ruang control room di BKP Cilegon. Kita akan menempatkan itu diruangan ini. Baik di (pelabuhan) Ciwandan, di Cigading, Merakmas, petugas kami akan melakukan pengawasan dengan sistem IT ini,” ungkap Raden.

Selain itu, kata Raden, BKP juga akan menerapkan sistem pemosisi global atau Global Positioning System (GPS). Pemasangan sistem pada kendaraan pengangkut muatan yang berhubungan langsung dengan perkarantinaan itu juga dimaksudkan untuk mempermudah langkah pengawasan petugas.

“Kedepanpun rencana saya, akan mewajibkan kepada pemilik truk yang menjadi pelabggan karantina. akses GPS juga akan kita mulai. Jadi kalau ada di jalan cikuasa ini, kalau lagi ngopi disana berarti ada something, ” ujar mantan Kepala Bidang Karantina Hewan Karantina Tanjung Priuk itu.

Prinsipnya, lanjut Raden, sistem itu juga dapat bermanfaat kepada pengawas. Tugas dan kerja pengawas menjadi lebih ringan. Akurasi data yang disajikan lewat sistem dapat membantu kinerja karantina sekalipun dalam keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada.

“Contoh segala data, informasi sudah dapat disajikan disini. Jadi petugas itu ngga usah menarik, menfilter, mengolah atau menggali lebih dahulu. Tetapi itu semua sudah tersaji disini,” pungkasnya. (Ronald/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here