SERANG, SSC – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memprediksi bencana banjir, longsor dan puting beliung masih akan mendominasi bencana selama 2019.
Kepala Data Informasi dan Humas BNPB M Sutopo Purwo Nugroho memperkirakan kejadian bencana di 2019 akan terjadi sebanyak 2.500 kejadian di seluruh wilayah Indonesia.
“Untuk banjir, longsor dan puting beliung masih akan mendominasi bencana selama 2019 dan untuk kebakaran hutan dan lahan masih akan terjadi tetapi dapat diatasi dengan lebih baik,” ungkap Sutopo dalam siaran rilis yang diterima selatsunda.com, Senin (31/12/2018).
Pada 2018, BNPB mencatat bencana telah terjadi sebanyak 2.564 kali. Bencana yang paling mendominasi terjadi yakni, longsor dan puting beliung.
Ia mengatakan, dari 2.564 kejadian, 3.349 orang meninggal dunia, 1.432 orang hilang, 21.064 orang luka-luka, 10,2 juta orang mengungsi & terdampak dan 319.527 rumah rusak berat. Selanjutnya, dari 2.564 bencana sebanyak 2.481 bencana hidrometeorologi, dan 83 bencana geologi.
“Meskipun bencana geologi hanya terjadi 83 kejadian (3,2%), namun menyebabkan dampak bencana yang lebih,” ujarnya.
Ia menuturkan, untuk bencana gempa bumi sudah terjadi 23 kali sehingga menyebabkan 572 orang meninggal dunia, 2.001 orang luka-luka, 483.399 orang mengungsi dan terdampak, dan 226.667 unit rumah rusak. Begitu juga, kejadian gempa bumi diikuti tsunami dan likuifaksi terjadi hanya 1 kali. Namun menyebabkan 3.475 orang meninggal dan hilang, 4.438 orang luka-luka, 221.450 orang mengungsi dan terdampak, dan 68.451 unit rumah rusak berat.
“Bencana tsunami hanya terjadi sekali, yaitu di Selat Sunda, telah menyebabkan 453 meninggal dan hilang, 14.059 luka-luka, 41.132 mengungsi dan terdampak, serta 2.259 rumah rusak,” tuturnya. (Ully/Red)

