Suasana jalan protokol di Kota Cilegon saat hujan. (Foto Dokumentasi)

CILEGON, SSC – Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cilegon melakukan mitigasi untuk mewaspadai fenomena La Nina. Salah satu upayanya dengan menyiapkan 12 titik jalur evakuasi bilamana bencana terjadi.

Plt Kepala BPBD Kota Cilegon Juhadi M Syukur mengungkapkan, fenomena La Nina berpotensi meningkatkan curah hujan. Potensi ini pun akan memicu bencana diantaranya banjir dan tanah longsor.

Untuk mengantisipasi itu, BPBD Cilegon menyiapkan jalur evakuasi di setiap  kecamatan khususnya wilayah yang cakupannya berdiri banyak industri.

“Setiap kecamatan sudah ada lokasi evakuasi. Diantaranya di kecamatan Ciwandan,  Kecamatan Merak. Apalagi, di dua wilayah ini merupakan zona industri yang harus diwaspadai jika terjadi bencana,” kata Juhadi kepada Selatsunda.com ditemui usai hearing di DPRD Cilegon, Senin (1/11/2021).

Juhadi meminta kepada seluruh lapisan di Kota Cilegon untuk mengantisipasi dampak La Nina. Segala bentuk potensi harus diwaspadai.

Baca juga  Tembok Penahan Tanah di Cupas Kulon Grogol Ambrol

“Terus longsoran Krakatau (Gunung Anak Krakatau – red) itu kemungkinan masih, itu yang dikhawatirkan,” ujarnya.

Terhadap masyarakat yang tinggal di dekat dengan pesisir pantai, ia mengimbau agar ekstra waspada. Camat dan lurah diminta untuk aktif memberikan imbauan.

“Yang tinggal di pesisir harus lebih waspada, jangan terlena,” imbaunya.

Senada dengak Juhadi, Plt Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Cilegon, Utang Sutardi membeberkan,
jalur evakuasi yang disiapkan Pemkot Cilegon dalam menghadapi potensi La Nina telah ditetapkan  berdasarkan Perda Kota Cilegon Nomor 1 tahun 2020.

Jalur evakuasi di Kecamatan Citangkil diantaranya di Jalan SA Tirtayasa, Jalan Pintu KS, Jalur evakuasi di Kecamatan Ciwandan berada di Jaln Fatahillah, Jalan Sunan Kalijaga, Jalan Aat-Rusli (Jalan Lingkar Selatan) Jalan Raya Anyer.

Baca juga  Komunitas Difabel di Cilegon Butuh Perda Pelindungan Disabilitas

Selanjutnya, jalur evakuasi di Kecamatan Grogol berada di Jalan Lingkar Utama berada di Jalan Raya Merak, jalur evakuasi di Kecamatan Pulomerak berada di Jalan Cipala dan jalur evakuasi di Kecamatan Purwakarta berada di Jalan SA Tirtayasa, Jalan Jendral Sudirman.

Kata Utang, untuk mendeteksi bencana, Kota Cilegon memiliki dua alat EWS (Early Warning Score) yaitu, EWS getaran tanah/gempa dan EWS longsor. Sedangkan untuk EWS tsunami yang berada di Merak dan Ciwandan kondisinya mengalami kerusakan.

“Meski mengalami kerusakan, dari BMKG selalu menginformasikan kepada kami (BPBD Cilegon) jika terjadi bencana gempa bumi dan tsunami,” pungkasnya. (Ully/Red)