Pedagang Kranggot tengah merapihkan minyak goreng curah,” Senin (1/11/2021). Foto : Elfrida Ully/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Harga minyak goreng curah dan kemasan di Pasar Kranggot, Kota Cilegon terus melejit setiap harinya. Bahkan, kenaikan harga minyak goreng ini hingga mencapai 50-60 persen dari biasanya. Naiknya harga minyak goreng tersebut dikeluhkan para pedagang.

Pantauan Selatsunda.com di Pasar Kranggot, Kota Cilegon, untuk harga minyak goreng curah sebelumnya Rp 12.000/kg menjadi Rp 18.000/kg atau naik sekitar Rp 6 ribu per liter. Sedangkan minyak kemasan juga ikut naik. Harga minyak goreng kemasan awalnya Rp 13.000/Kg, kini menjadi Rp 18.000/Kg.

Salah satu pedagang minyak sayur, Ida mengatakan, kenaikan harga minyak sudah terjadi sejak 1 minggu sebelum hari Maulid Nabi.

“Perkiraan saya karena mau Maulid Nabi makannya naik. Tapi, pastinya saya juga gak tahu juga. Apa karena stoknya terbatas atau faktor lainnya yang menyebabkan kenaikan ini terjadi,” kata Ida kepada Selataunda.com ditemui di Pasar Kranggot, Cilegon, Senin (1/11/2021).

Baca juga  Tembok Penahan Tanah di Cupas Kulon Grogol Ambrol

Ida mengaku, naiknya harga minyak sayur ini membuat dirinya harus menggeluarkan modal yang cukup besar namun pemasukan turun drastis.

“Yah mungkin karena melejitnya harga minyak membuat pembeli mengurangi pembelian minyak. Yang biasanya beli 2-3 kilo, ini hanya beli 1 kg. Mana modal yang kami keluarkan cukup besar,” ujar Ida.

Ia berkeinginan agar kondisi naiknya harga minyak ini segera usai dan pemerintah bisa mencari solusi atas harga dapat stabil.

Senada dengan Ida, pedagang lainya, Hendi mengaku keberatan dengan naiknya harga minyak curah tersebut. Naiknya, harga minyak membuat sepi pembeli.

“Rugi lah mba. Mana harus nambah modal tapi kondisinya begini,” pungkasnya. (Ully/Red)