Foto ilustrasi

SERANG, SSC – Pihak Kepolisian membekuk dua pelaku spesialis pencurian uang tunai yang sering beraksi di wilayah Anyer, Kabupaten Serang. Kedua pelaku yang dibekuk bernisial ES (37) warga asal Bogor dan AD (26) warga Palembang.

Kapolsek Anyer, AKP Sudibyo Wardoyo mengatakan, peristiwa itu terjadi pada Jumat (20/8/2021) sekitar pukul 15.00 WIB
menimpa seorang warga yang baru saja mengambil uang Rp 10 juta dari ATM Bank Mandiri.

Kala itu, pelaku yang berjumlah 4 orang diduga telah membuntuti korban.

Usai dari ATM, korban kemudian beranjak ke warung di Pertigaan Masjid Baru tepatnya di Depan BMT Muamaroh, Kampung Waluran, Desa Anyer. Korban kemudian berhenti dan memarkir motornya.

Baca juga  Sejumlah Elit Politik Hadiri Pelantikan Partai Beringin Karya Cilegon

Pelaku yang mengetahui korban menaruh uang di bawah jok motor langsung beraksi. Namun saat itu, korban yang melihat pelaku mencongkel jok motornya langsung berteriak maling. Warga yang mendengar itu langsung menangkap dua orang pelaku.

“Pelaku melihat korban ke warung langsung mencongkel jok kendaraan tersebut dengan kunci leter T. Sebelum menggasak uang di bawah jok motor, korban langsung berteriak maling sehingga membuat warga membekuk para pelaku. Anggota kami dari Polsek Anyer langsung meringkus kedua pelaku,” ujar Kapolsek dikonfirmasi, Minggu (22/8/2021).

Pasca kejadian, dua pelaku langsung diamankan oleh Polsek Anyer. Sementara dua pelaku lainnya kabur ditetapkan masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Baca juga  PTM Berjalan Tiga Pekan, Dindik Cilegon Klaim Tak Temukan Klaster Sekolah

“Untuk kedua pelaku lagi kami tetapkan sebagai DPO,” kata Sudibyo.

Dari pengakuan pelaku yang diamankan, kata Sudibyo, aksi yang dilakukan mereka bukan kali itu saja di Anyer. Pelaku pernah terjerat kasus yang sama di daerah lain.

“Pelaku pernah ditahan dengan kasus yang sama di Lapas Cibinong, Jawa Barat,” tambah Kapolsek.

Dalam kasus tersebut, pihak kepolisian menyita barang bukti kunci leter T, uang tunai sebesar Rp 10 jura dan dua unit motor milik pelaku.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatan pencurian, pelaku disangkakan pasal 363 UU KUHP dengan ancaman 7 tahun penjara. (Ully/Red)