Plt Ketua PPP Banten bersama pengurus merekomendasikan Imat Miftahul Tamamy ke DPP sebagai Bacalon Wakil Bupati Pandeglang mendampingi Bacalon Bupati Pandeglang dari PKB, Thoni Fatoni Mukson, Selasa (1/9/2020). Foto Ronald/Selatsunda.com

SERANG, SSC- Pertarungan Pilkada Pandeglang nampaknya akan berlangsung sengit. Bakal Calon Bupati Pandeglang dari PPP, Imat Miftahul Tamamy yang mendampingi Bacalon Bupati Pandeglang dari PKB, Thoni Fatoni Mukson akan bertarung habis-habisan melawan petahana.

Imat yang merupakan keturunan ke 8 dari bupati ke-6 Kabupaten Pandeglang, Raden Tumenggung Soera Adiningrat resmi mendapat rekom dari DPW PPP Banten setelah ditetapkan menjadi pendamping Thoni Mukson pada Rapim DPC PPP Pandeglang, Selasa (1/9/2020) tadi pagi.

Ditemui sore tadi di Kantor DPW PPP Banten, bacalon wakil bupati yang baru berusia 28 tahun dan bekerja sebagai guru di salah satu sekolah swasta di Jawilan Kabupaten Serang mengaku terpanggil menjadi calon pemimpin di Kabupaten Pandeglang karena banyak kabar ketidak puasan masyarakat terhadap kepemimpinan saat ini. Alasan itu pun membuatnya memilih untuk maju bersama Thoni Mukson di Pilkada Pandeglang.

Ia mengaku siap bertarung habis-habisan melawan petahana. Keyakinan itu, kata dia, didasari atas mengalirnya dukungan kiai dan ulama kepadanya dan Mukson. Dimana besar harapan para kiai kepada kedua bacalon untuk menjadi pemimpin baru merubah Pandeglang ke arah yang lebih baik.

“Intinya ingin perubahan. Para kiayi menginginkan pemimpin laki-laki,” ujarnya.

Imat dengan kehadiran Abuya Muftadi pada deklarasi di DPW PPP Banten pada Juli lalu mengaku akan sowan. Karena Abuya Muftadi selaku kiayi karismatik di Banten dan orangtua sepatutnya dia sebagai anak memohon doa dan izin untuk mendukungnya maju di Pilkada Pandeglang.

Baca juga  Ditanya Rekom KASN Soal Sekda, Walikota Serang Malah Curhat Sering Ditelepon Orang

“Insya Allah ke sowan ke Abuya Muhtadi selaku orang tua di Pandeglang saya akan minta ijin dan minta doa kepada beliau, sangat ingin berharap suport, doa dan dukungan kepada kiai dan santri,” paparnya.

Ia yang datang dari kaum milenial juga mengaku akan merebut basis pemilih milenial. Karena 35 persen pemilih di Kabupaten Pandeglang adalah kaum milenial. Maka dari itu, ia mengajak kaum milenial yang ada di Kabupaten Pandeglang dapat bersama-sama satu lokomotif menuju perubahan.

“Yang jelas ada kiat khusus saya milenial saya tau bagaimana untuk mendapatkan suara milenial itu sendiri,” paparnya.

Mengenai langkahnya setelah DPC merekomnya ke DPW akan menunggu SK (Surat Keputusan) dari DPP. Bila rekom DPP turun, ia akan langsung melengkapi persyaratan dan lanjut mendaftarkan diri ke KPU. Dimana pada Kemarin, Senin (31/8/2020) telah melengkapi beberapa persyaratan seperti SKCK, surat keterangan pengadilan, dan surat keterangan tidak pailit dari Jakarta Pusat.

“Maksimal hari Jum’at sudah selesai seperti LHKPN (Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara) dan lain sebagainya. Karena ini sifatnya sistem online ya sifatnya terbuka,” tandasnya.

Baca juga  Penjabat Sekda Nanang Yakin Pendistribusian Vaksin Covid-19 di Serang Aman

Sementara itu, Plt Ketua DPW PPP Banten Subadri Usuludin mengatakan, disandingkannya Imat dengan Thoni Mukson melalui proses komunikasi politik yang panjang. Dengan diusungnya kedua bacalon, ia meminta agar seluruh kader PPP di Pandeglang bisa merapatkan barisan untuk pemenangan di Pilkada Pandeglang.

“Pandeglang kabupaten yang religius, Pandeglang di kenal sejuta santri dan seribu kiai maka calon yang di usung ini dari tokohnya ada dari milenialnya ada jadi lengkap ya,” paparnya.

Subadri menyatakan, ketika disinggung elektabilitas dan popularitas bacalon bukan menjadi patokan menang dan tak ingin mendahului Yang Maha Kuasa. Tetapi kemenangan diraih sepanjang ada keinginan, niat besar dan kerja keras bacalon. Begitu juga perlunya menumbuhkan semangat kebersamaan. Ia yakin dengan semangat itu, Thoni dan Imat akan terpilih menjadi pemimpin baru di Pandeglang.

Subadri mencontohkan dirinya dan Walikota Serang, Syafrudin pada Pilkot Serang lalu tidak diunggulkan tetapi memang.

“Contohnya saya di Kota Serang saya tidak di unggulkan tapi menang. Suksesnya Kota Serang juga berimbas ke sukses Pandeglang,” ujar Subadri menceritakan perjuangannya bersama Walikota Serang, Syafrudin memenangkan Pilkot Serang lalu. (Ronald/Red)