SERANG, SSC – Penyakit demam berdarah dengue (DBD) menyerang keluarga Manurung, warga di Kebaran Duku RT 004 RW 04 Kelurahan Lopang, Kecamatan Serang, Kota serang. Mereka yang terkena DBD adalah, istri Manurung yakni Farida (42) dan ketiga anaknya bernama Nadet (12), Nicholas (14) dan Fidel (6).
Istri Manurung, Farida kepada media mengaku jika dirinya positif DBD setelah melakukan test pemeriksaan laboratorium di Biomed, Kota Cilegon. Dia kemudian disarankan untuk dirawat di Rumah Sakit Sari Asih pada 8 Mei 2020.
“Bulan lalu saya. Saya di rawat si RS Sari Asih sejak 8 Mei 2020 hingga 11 Mei 2020. Cuma ada rawat jalan seminggu,” kata Farida kepada Selatsunda.com saat dikomformasi Selatsunda.com, Jumat (19/6/2020).
Ia kemudian diperkenankan pulang oleh rumah sakit pada 11 Mei 2020 lalu. Namun sekitar seminggu kemudian, putrinya, Nadet dirawat di RS Sari Asih karena terjangkit yang sama. Sehari setelah itu, kedua putranya, Nicholas dan Fidel juga dilarikan ke IGD karena DBD.
Ia menjelaskan, gejala awal yang dialaminya bersama ketiga anaknya dengan kondisi badan panas tinggi. Hingga kini ketiga anaknya masih dirawat di RS Sari Asih.
Ia bercerita, sesaat sebelum ketiga anaknya dibawa kerumah sakit telah meminta pihak puskesmas setempat untuk melakukan fogging. Pihak puskesmas, kata dia, hanya memberi obat untuk fogging. Ia pun memutuskan untuk melakukan pengasapan sendiri.
“Sampai sekarang ketiga anak saya masih di rawat di Sari Asih. Meski satu keluarga terserang DBD, sampai sekarang tidak ada tindakan fogging untuk di rumahnya. Sempat saya laporkan ke Puskesmas Unyur untuk di fogging. Tapi enggak ada tanggapan apapun.
Mereka meminta hasil lab cuma gak kepikiran sampai situ. Bilangnya akan dikasih obat gratis tapi segala biaya penyemprotan itu harus bayar. Saat ini sudah saya fogging sendiri dirumah,” pungkasnya (MG-01)

