CILEGON, SSC – Kursi Wakil Ketua I DPRD Kota Cilegon akan terjadi kekosongan jika Sokhidin maju Bakal Calon (Bacalon) Wakil Walikota Cilegon mendampingi Bacalon Walikota dari Golkar, Ratu Ati Marliati.
Diketahui sebelumnya, Partai Gerindra telah memerintahkan Sokhidin untuk berpasangan dengan Ati maju di Pilkada Cilegon.
Sekretaris DPD Partai Gerindra Banten, Andra Soni yang dikonfirmasi tentang itu menyatakan, akan ada konsekuensi atas penetapan Sokhidin sebagai bacalon wakil walikota. Kader Gerindra dari Dapil Citangkil-Ciwandan itu jika nanti maju mendaftar akan melepas jabatannya sebagai wakil ketua I DPRD Cilegon dan dilakukan Pergantian Antar Waktu (PAW).
Untuk mengamankan posisi wakil ketua, kata Andra, DPP Gerindra akan menggodok 5 (lima) nama anggota dewan yang duduk di DPRD Cilegon menggantikan Sokhidin.
“Oh tentu ada penganti Pak Sokhidin sebagai wakil ketua dewan. Kalau Pak Sokhidin resmi mendaftar tentunya akan ada proses PAW. Kita kan ada 6 kader duduk di dewan Cilegon tentunya nama mereka yang digodok oleh pusat,” kata Andra Soni kepada Selatsunda.com, Kamis (18/6/2020) kemarin.
Ia menambahkan, kelima anggota dewan Cilegon yang berpeluang menggantikan Sokhidin nantinya yaitu, Hasbi Sidik, Fatuhrohmi, Sadeli, Gufron dan Babay Suhaemi.
“Siapa pun punya peluang menjadi wakil ketua dewan. Kita ada catatan-catatan tentang anggota. Yang penting para kader ini punya hubungan baik dan prestasi dengan masyarakat dan konstituen,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Fraksi Gerindra DPRD Cilegon, Babay Suhaemi mengaku, siap menjalankan perintah partai. Sebagai kader tetap patuh dengan keputusan partai.
“Kalau sudah menjadi keputusan partai siapapun kader harus menerima akan hal tersebut. Baik saya, Sadeli, Gufron, Hasbi Sidik, Faturohmi siap dengan keputusan partai. Namun yang jelas, saya mau menerima informasi ini,” ujar Babay.
Senada dengan Babay, kader Gerindra lainya, Fatuhrohmi mengaku, apapun keputusan partai akan dipatuhi. Menurutnya, seluruh ader di Gerindra adalah kader terbaik.
“Yang pasti saya tidak mau mendahului kebijakan parpol. Kewajiban kader harus dapat mengamankan keputusan parpol,” ucapnya.
Sementara Bacalon Sokhidin saat dihubungi belum dapat dikonfirmasi. Telepon yang dituju belum direspon. (Ully/Red

