CIlLEGON, SSC – Diduga gara – gara mengenakan jas berwarna putih, Sekretaris Panitia Khusus (pansus) Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Walikota Cilegon 2017, Aam Amarullah diinterupsi. Interupsi itu datang dari Wakil Ketua II DPRD Kota Cilegon, Nana Sumarna. Wakil Ketua dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu menilai Sekretaris LKPJ diduga telah menyalahi aturan dalam pengenaan jas saat sidang paripurna itu.

Pantauan SSC di lokasi, persoalan itu diduga dipicu saat Aam sebagai Sekretaris Pansus LKPJ hendak membacakan hasil rekomendasi LKPJ 2017 didalam sidang paripurna. Nana yang melihat Sekretaris menggunakan jas putih seperti baju kebesaran dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu sontak melontarkan interupsi. Ia pun menyampaikan interupsi sambil menggebrak meja saat sidang paripurna berlangsung. Dalam interupsi, Nana meminta agar Sekretaris Pansus turun dan meninggalkan sidang paripurna.

“Interupsi ketua ! Ini sidang paripurna bukan sedang kegiatan partai. Ini rapat paripurna istimewa DPRD, gunakan (warna-red) jas nasional,” ujar Nana dengan nada marah.

Tak lama berselang kejadian itu, Ketua Komisi II DPRD Cilegon yang juga Ketua PKS Cilegon, Abdul Ghoffar langsung naik ke podium dan mengambil inisiatif tanpa berbicara sepatah katapun. Ghoffar langsung mengantikan seragam yang digunakan Aam dengan jas yang Ia digunakan.

Suasana sidang kembali riuh, ketika Ketua Fraksi PKS Cilegon, Nurrotul Uyun menginterupsi pendapat Nana. Sekretaris Komisi III itu melontarkan interupsi bahwasannya dalam surat undangan yang diterima tidak menyiratkan aturan penggunaan jas secara rinci. Dalam surat undangan, kembali ditegaskan Uyun, tidak tertera kriteria atau larangan warna jas yang digunakan anggota dewan ketika menghadiri setiap sidang paripurna istimewa dilaksanakan.

“Penggunaan jas, tanpa ada keterangan warnanya,” ucap Nurrotul Uyun dalam interupsinya sebelum paripurna dilanjutkan. (Ully/red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here