Polres Cilegon menggelar kasus perkara dugaan pemerasan yang dilakukan dua oknum wartawan, Selasa (16/10/2018). Foto Elfrida Ully/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Diduga melakukan pemerasan terhadap sejumlah sekolah dan industri di Kota Cilegon dan Bojonegara, Dua oknum wartawan berinisial RAG dan HS ditangkap Satreskrim Polres Cilegon.

Berdasarkan pengungkapan kasus perkara yang dilakukan Satreskrim, kedua terduga pelaku ini beraksi dengan menakut-nakuti sekolah dengan mencari kesalahan penyelewengan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Tak hanya sekolah, terduga pelaku yang mengaku wartawan dari dua media cetak Redaksi Nusantara dan Demorakratis ini juga diduga beraksi memeras industri di Cilegon dan Bojonegara.

“Jadi mereka (oknum wartawan,red) menakut-nakuti pihak sekolah, jika terjadi penyelewengan di sekolah tersebut. Bila penyelewengan tidak mau dinaikan ke media, maka mereka meminta sejumlah uang,” kata AKBP Rizki Agung Prakoso, Kapolres Cilegon, Selasa (16/10/2018).

Dalam menjalankan aksi, sambung Rizki, keduanya berhasil memeras dengan mendapat uang senilai Rp 2 juta sebagai uang damai. Dua sekolah yang diperas pelaku, diantaranya SDN 1 Kebonsari, Kota Cilegon pada 4 September 2018 dan SMA Negeri 2 KS Cilegon pada 27 September 2018.

“Mereka sebelumnya minta ke pihak sekolah sebesar Rp10 juta. Selain itu, mereka memberikan bukti berupa kwitansi agar dapat dilaporkan ke pimpinan mereka,” ucapnya.

Akibat perbuatan yang dilakukan, lanjut Kapolres, para pelaku dijerat dengan Undang – Undang KUHP Pasal 369 tentang pemerasan dengan ancaman sembilan tahun kurungan penjara. Hingga saat ini, Polres memburu pelaku L dan dua pelaku lain karena masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Sementara itu, salah satu pelaku HS mengaku, dirinya melakukan aksi itu ketika diajak oleh rekannya bernama L dan dua orang lainnya.

“Dibawa oleh teman kesini, sama LF. (Dalih penyelewengan dana bos) Main tembak aja, yakin aja (ada penyelewengan),” ucap HS. (Ully/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here