Masyarakat yang berada di sekitaran Jalan Lingkar Selatan (JLS) mwnggeruduk Kantor Bupati Kabupaten Serang, Jumat (12/11/2020). Kedatanga massa ini untuk meminta THM dan Warem di JLS ditutup. Foto Istimewa

CILEGON, SSC – Ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Warga Jalan Lingkar Selatan (JLS) menggeruduk Kantor Bupati Kabupaten Serang. Massa datang ke Pemkab Serang menuntut agar Tempat Hiburan Malam (THM) dan warung remang-remang di JLS ditutup.

Ketua PA 212 Kota Cilegon Malim Hander Joni yang turut dalam aksi tersebut mengatakan, aksi yang digelar ini gabungan massa dari Kecamatan Kramatwatu dan Waringinkurung, Kabupaten Serang, serta warga Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon.

Menurut Joni, hingga saat ini Pemkab Serang belum melakukan tindakan apapun terhadap THM dan Warem di JLS yang meresahkan masyarakat sekitar. Bahkan, sempat saat salah satu THM disegel dan dicopot oleh oknum pengelola, Pemkab Serang tidak memberikan teguran apapun kepada pihak THM.

Baca juga  2 Pegawai Pengadilan Agama Serang Positif Covid-19, Persidangan Ditutup Sementara

“Aksi kita ini ke Pemkab Serang. Kenapa kita lakukan aksi, karena beberapa minggu bertemu, justru sampai hari ini tidak ada tindakan apapun dari mereka (Pemkab Serang). Kita (masyarakat) gak mau ribut-ribut. Kami ingin mendobrak pemerintah yanh menjadi tugasnya. Kita minta pemerintah lakukan tindakan terhadap keberadaan THM dan warem,” kata Joni, Jumat (13/11/2020).

Joni mendesak agar Pemkot Cilegon dan Pemkab Serang menutup dan mencabut izin keberadaan tempat maksiat yang beroprasi di JLS.

“Tutup keberadaan mereka. Jadikan wilayah JLS jadi tempat ekonomi buka tempat maksiat,” ucapnya. (Ully/Red)