SERANG, SSC – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Serang melansir penilaian keterbukaan informasi terkait pengelolaan laman resmi atau website yang dikelola Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Pemerintahan Kota Serang. Sedikitnya dari penilaian website 33 OPD terdapat 20 OPD diantaranya yang tidak sama sekali berjalan efektif. Belum berjalan maksimalnya website oleh OPD disebabkan karena keterbatasan SDM dalam penginputan data dan informasi.
“Sekitar 20 OPD di Kota Serang mati suri. Sebagian besar beralasan, sumber daya manusia untuk mengisi konten tersebut yang terbatas, orangnya tidak ada,” ujar Kadiskominfo Serang, Hari Pamungkas usai menghadiri Diskusi dengan PWKS di salah satu kantor media online di Kota Serang, Kamis (16/1/2020).
Website OPD yang tidak efektif, kata Hari, dinilai berdasarkan alat ukur pada metode penilaian yang dijalankan pihaknya. Salah satunya website OPD dinilai dengan mengukur sejauhmana pemutahiran data dan informasi dilakukan OPD dalam kurun waktu 3 bulan.
“Antara lain yang terakhir update 25 juli yaitu Dinkes, DPUTR tanggal 24 juli, Disparpora 24 juli. Ini diukur selama 3 bulan,” sambungnya.
Hari mengakui keterbatasan SDM di OPD menjadi salah satu alasan penyebab belum efektifnya website diterapkan. Padahal pihaknya jauh sebelum dilakukan penilaian sudah menyampaikan ke OPD untuk memutakhirkan data informasi di website masing-masing dalam memenuhi keterbukaan informasi publik. Termasuk memulai dengan mengelola informasi dengan basis Content Management Sistem (CMS).
“Sudah kami sampaikan Content Management Sistem (CMS) itu dari tahun lalu, CMS sebagi rumahnya dari website itu, kami bagikan setelah itu Free tinggal bagaimana OPD berinovasi d konten di website itu,” pungkasnya. (MG-01)

