CILEGON, SSC – Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Cilegon, Panca Panca Nugrahestianto Widodo menyebut jika banyak milenial di Cilegon yang masih jadi pengangguran. Penyebab milenial masih menganggur salah satunya adalah tidak adanya kecocokan antara keahlian (skill) dan kebutuhan pasar kerja.
“Kalau secara angka saya ga hafal angka pastinya. Yang jelas, mayoritas yang menganggur itu mulai dari usia 14 tahun atau baru lulus SMP dan SMK,” kata Panca kepada Selatsunda.com ditemui disalah satu hotel di Cilegon, Selasa (19/11/2024).
Ia mengaku, banyaknya milenial menganggur ini menjadi tantangan bagi Dinas Tenaga Kerja untuk menekan angka pengangguran di Cilegon.
“Ini tentu menjadi tantangan bagi kita semua karena ternyata kalau kita dalami data kita lulusan SMA/SMK, terutama SMK itu menyumbangkan pengangguran kita. Kenapa terjadi begini? Karena di antaranya adalah tidak terjadi link and match,” ujarnya.
Menurut Panca, Disnaker Kota Cilegon terus berupaya menekan tingkat pengangguran di Banten dengan meningkatkan kompetensi dan pelatihan bagi calon pencari kerja.
“Kita ada pelatihan-pelatihan di BLK Cilegon. Kita ada program kerja di luar negeri. Kita lakukan ini agar pengangguran di Cilegon menurun,” katanya.
Saat ini berdasarkan data BPS (Badan Pusat Statistik) Kota Cilegon, kata Panca, masih ada sebanyak 12.414 warga Cilegon yang menganggur.
“Angka 6,025 jiwa atau sebanyak 12.414 orang. Kami akan terus berupaya secara maksimal untuk menjalankan berbagai program pembangunan demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Kota Cilegon,” pungkasnya. (Ully/Red)

