CILEGON, SSC – Pemulihan ekonomi mulai dibuka untuk menerapkan tatanan normal baru atau new normal. Meski roda ekonomi perlahan dibuka namun kecenderungan kasus warga yang terpapar Covid-19 juga meningkat.
Seperti di Kota Cilegon, pasien terkonfirmasi virus Corona (Covid-19) terus bertambah sejak merebak hingga penerapan new normal. Berdasarkan peta sebaran Covid-19 Kota Cilegon pada 9 Juni 2020 pada pukul 16.00 WIB, pasien positif Covid-19 telah mencapai 10 orang. Pasien OTG mencapai 322 orang, ODP mencapai 641 orang, pasien PDP mencapai 97 orang.
Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Kota Cilegon, Aziz Setia Ade mengakui ada kekhawatiran pertambahan kasus baru setelah new normal diterapkan. Meski demikian perlu kerja keras mengendalikan penyebaran ditengah kondisi Covid-19 yang masih terjadi.
“Kecemasan memang ada. Namun harus kita lakukan. Yang terpenting kita harus siaga. Yang pertama, aktifitas perekonomian tetap berjalan, tapi pengendalian penyebaran Covid kita bisa tekan. Makanya kita sesuaikan dengan pemberlakuan new normal tadi, melakukan protokol kesehatan,” kata Aziz
usai video conference evaluasi Pemkot Cilegon dengan Gubernur Banten, Wahidin Halim, Selasa (9/6/2020).
Aziz juga mengatakan, dari hasil evaluasi pelaksanaan imbangan new normal, Pemkot Cilegon akan terus melakukan upaya sosialisasi pendisiplinan protokol kesehatan kepada masyarakat secara masif.
“Karena masyarakat masih ada beberapa yang belum paham, belum tahu, kita akan sosialisasikan sampai tingkat ke bawah,” ungkapnya.
Sementara itu, Wakil Walikota Cilegon Ratu Ati Marliati mengungkapkan, bila selama ini Pemkot Cilegon sudah melakukan berbagai upaya dan koordinasi dengan semua pihak untuk persoalan Covid-19 ini. Meski, penambahan pasein terus meningkat setiap harinya, ia tetap memberikan imbauan kepada warga untuk tetap mematuhi protokol kesehatan.
“Enggak akan mempengaruhi implementasi new normal di Cilegon. Nanti kita aka lihat jumlah yang meningkat ada berapa jumlahnya. Saat ini kan kita belum lihat perkembangannya. Mereka yang positif itu kan berdasarkan hasil rapid test sementara untuk swabnya belum. Terkadang kan kalau hasil rapid test positif sementara dari hasil swab mereka negatif kan tidak bisa dikatakan terkonfirmasi Covid-19. Yang jelas, meski jumlah Covid-19 bertambah, penerapan new normal tetap berjalan,” pungkasnya. (Ully/Red)

