CILEGON, SSC – Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Cilegon, Lia Nurlia Mahatma mengimbau kepada orang tua untuk mengawasi secara ketat aktivitas atau perilaku anak. Ini dilakukan untuk mengantisipasi anak menjadi korban maupun pelaku judi online yang saat ini marak terjadi.

“Orang tua tentu harus terus mengawasi ketat gerak-gerik anak saat bermain gadjet. Tak hanya itu saja, sebagai orang tua pun tidak melulu percaya pendidikan anak di sekolah. Urusan pendidikan di sekolah memang jadi tanggung jawab sekolah, tapi urusan perubahan anak itu pengawasanya ada di orang tua,” kata Lia kepada Selatsunda.com, Senin (24/6/2024).

Baca juga  Penyanyi Kapal Ditemukan Tewas di Kontrakan di Merak Cilegon, Diduga Jadi Korban Pembunuhan

Lia menambahkan, selain pengawasan di rumah, pengawasan di sekolah juga perlu dilakukan oleh orang tua.

“Komunikasi antara orang tua dan guru di sekolah harus tetap terjalin. Orang tua harus tahu anak tersebut main dengan siapa.  Jangan sampai orang tua ini lepas kontrol dalam mengawasi anaknya,” tambah Lia.

Meski demikian, tutur dia, orang tua perlu memiliki pola asuh yang baik agar anak remaja tidak terjerumus ke dalam dunia judi. Salah satunya dengan tidak mudah memberikan sesuatu kepada anak agar tidak menciptakan pola pemikiran yang instan atau mudah di dapatkan.

“Makanya pengawasan kepada anak itu harus benar-benar dilakukan secara khusus jangan sampai menjadi korban judi online,” ujarnya. (Ully/Red)