CILEGON, SSC – DPRD Kota Cilegon menilai Pemerintah Kota Cilegon lamban dalam menangani pandemik Virus Corona atau Covid-19. Pasalnya, selama ini pemkot masih terlena dengan hasil negatif dari dari 7 pasien PDP yang meninggal dunia.
“Menurut pantauan saya, Pemkot Cilegon belum tegas dan justru masih terlena dengan hasil pasien yang masih negatif. Padahal, sudah ada 7 pasien yang meninggal dunia. Semestinya, dengan kondisi ini pemerintah harus sudah menyiapkan apapun yang dibutuhkan,” kata Ketua Fraksi DPD Fraksi Nasdem Cilegon, Erick Rebi’in dikonfirmasi, Kamis (16/4/2020).
Ditambahkan Erick, jika di tengah pandemik virus corona, fasilitas APD (Alat Pelindung Diri) dan alat-alat test kesehatan/rapid test dianggap masih kurang memadai di masing-masing puskesmas.
“Keberadaan rapid test kesehatan masih kurang. Semestinya harus dipersiapkan. Apalagi banyak masyarakat yang keluar rumah justru tidak menggunakan masker atau sarung tangan baik saat keluar rumah atau berada di pasar tradisional. Bahkan, pemkot pun belum mengatur kenbali tata cara berbelanja yang benar dengan mengundadi banyak kerumunan,” tambah Erick.
Ia meminta agar Pemkot Cilegon harus dapat mengakomodir seluruh warga Cilegon untuk melakukan rapid test agar bisa terhindar dari indikasi status ODP dan PDP sehingga bisa mengetahui warga tersebut berstatus negatif atau positif.
Dia berharap pemerintah bisa dengan cepat mengambil tindakan tegas dalam persoalan virus corona ini.
“Saya harap, Pemkot bisa lebih serius menangani hal ini. Anggaran kita besar tinggal ambil langkah kongkrit dari pemerintah saja agar penyebaran corona ini segera berakhir,” ujarnya. (Ully/Red)

