Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Cilegon berusaha keras memadamkan api di TPSA Bagendung, belum lama ini. Foto Elfrida Ully/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Kebakaran di Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA) Bagendung, Kelurahan Bagendung, Kecamatan Cilegon menjadi perhatian DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Cilegon) Cilegon. Ketua DPRD Kota Cilegon, Fakih Usman Umar meminta Pemkot Cilegon dapat cepat menangani dampak asap kebakaran yang ditimbulkan. Sejauh ini, kata dia, dampak itu sudah mulai menggangu aktivitas masyarakat diantaranya sudah mengidap penyakit ISPA.

Diketahui hampir 5 hari sejak kebakaran terjadi pada Sabtu (3/8/2019), api di TPSA belum berhasil dipadamkan. Dampak kejadian ini pun membuat ratusan warga di sekitar lokasi, mengungsi.

“Semestinya dinas terkait tanggaplah untuk persoalan ini. Jangan sampai, korban semakin bertambah akibat asap ini. Persoalan ISPA ini jangan juga dianggap remeh. Saat ini, korban sudah mencapai 123 jiwa. Nanti, saya akan tanya ke Kepala Dinas Damkar (Pemadam Kebakakaran) dan Dinas LH sudah sejauh mana penanganan kasus kebakaran ini, kata Fakih kepada Selatsunda.com di temui dikantornya, Kamis (8/82019).

Masih kata Fakih, dirinya berencana akan memantau langsung kondisi TPSA Bagendung dan melihat kondisi warga yang mengungsi di tempat pengungsian.

“Rencananya saya akan memantau langsung seperti apa kondisi di TPSA Bagendung. Bagaimana cara penanganan yang dilakukan oleh Damkar maupun dinas terkait. Intinya, persoalan kebakaran TPSA ini segera diselesaikan,” ujar Dewan Penasehat Partai Golkar Cilegon.

Di tempat yang sama, Wakil Ketua I DPRD Kota Cilegon, Sihabudin Sibli juga menyatakan jika penanganan yang dilakukan oleh Pemkot Cilegon masih kurang cepat menangani kebakaran di TPSA Bagendung.

“Semestinya penangannya harus cepat ditangani. Tapi, hingga 5 hari ini, saya kira Pemkot masih kurang cepat menangani hal ini.  Semestinya, jangan menunggu api itu besar baru dipadamin. Kita (Cilegon,red) kan punya Damkar (Dinas Pemadam Kebakaran,red), nah Damkar itu mustinya siap siaga jangan menunggu instruksi aja,” ucapnya.

Disinggung rencana pemanggilan terhadap dinas terkait, Subhi mengutarakan, klarifikasi dari eksekutif sangat diperlukan untuk menjelaskan tentang insiden tersebut.

“Untuk pemanggulan pasti akan kita (DPRD) lakukan. Karena, dewan juga butuh penjelasan dari Pemkot Cilegon kenapa hingga hari ke-5 ini, api di TPSA Bagendung belum padam,” paparnya. (Ully/Red)

Komnetar anda tentang berita diatas?