Ditpolairuda Polda Banten mengevakuasi 1 dari 2 mayat dari Perairan Merak yang dilaporkan mengambang, Selasa (14/9/2021). Foto Istimewa

CILEGON, SSC – Direktorat Kepolisian Air dan Udara (Ditpolairuda) Polda Banten telah menyelidiki identitas dua mayat yang ditemukan mengapung di Perairan Merak, Kota Cilegon. Setelah ditelusuri, kedua mayat yang ditemukan memiliki hubungan keluarga yakni paman dan keponakan.

“Setelah kami selidiki, informasi awal dua mayat yang kita temukan identitasnya memiliki hubungan paman dan keponakan,” ujar Dirpolairud Polda Banten, Kombes Pol Gieuseppe Riahard Gultom melalui Kasubdit Patroli Ditpolairuda Polda Banten, AKBP Saidin dikonfirmasi, Selasa (14/9/2021).

Kasubdit Patroli Saidin mengatakan, mayat pertama yang ditemukan berjenis kelamin laki-laki dengan ciri-ciri kulit sawo matang, rambut lurus , berjenggot dan berkumis adalah IS (41), warga asal Lingkungan Pabuaran, Kelurahan Rawa Arum, Kecamatan Grogol.

Baca juga  Lapas Cilegon Butuh Bantuan Pemkot  Pasarkan Hasil Karya Narapidana

Sementara mayat kedua berjenis kelamin laki-laki dengan ciri-ciri rambut hitam beruban, kumis putih, mengenakan kaos lengan panjang warna hitam, celana pendek warna hitam adalah HR (58), warga asal Lingkungan Pabuaran, Kelurahan Rawa Arum, Kecamatan Grogol.

Mengenai kedua korban tewas mengapung, Ditpolairuda menduga penyebab kejadian karena kapal yang korban gunakan saat memancing terhantam cuaca ekstrem.

“Kemungkinan cuaca buruk. Kapal yang kotban gunakan sampai saat ini belum ditemukan,” tuturnya.

Saat ini, kata Saidin, jasad kedua korban telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dilakukan pemakaman.

“Sudah kami serahkan kepada keluarga,” pungkasnya. (Ronald/Red)